by

306 tahun Injil di Depok, kota beradab?

DEPOK (eNBe Indonesia) – Komunitas Kristiani Depok, Jawa Barat penuh syukur merayakan peringatan 306 tahun Injil di Kota Depok bersamaan dengan peringatan 75 tahun Proklamasi Kemerdekaan RI pada 20 Agustus 2020, dihadiri oleh Wakil Walikota Depok, Pradi Supriatna. Sementara Walikota Depok Mohammad Idris memberi apresiasi bagi Komunitas Kristiani Depok melalui siaran video.

Pradi memberi apresiasi kepada masyarakat nasrani yang telah bertahun-tahun memelihara kerukunan (di Kota Depok) dengan terus menumbuhkan tali silahturahmi. “Ini patut dan wajib kita pertahankan, terutama etika toleransi, juga kerja sama sebagai kontribusi untuk pembangunan di Kota Depok,” ujarnya saat memberi sambutan.

Chiko Tangke Allo Tholense, Ketua Yayasan Lembaga Cornelis Chastelijn (YLCC), menandaskan bahwa momen refleksi perjalanan Injil di Kota Depok menyadarkan umat Kristiani untuk memberi peran bagi eksistensi Kota Depok yang plural dan majemuk masyarakatnya. “Umat Kristen harus tetap jadi sumber terang dan berkat bagi sesama,” ujarnya.

Boy Loen, mantan Ketua YLCC, menjelaskan mimpi dan visi Chastelijn, penyebar agama Kristen di Depok sejak tahun 1700 itu, telah tercapai. Dalam surat wasiatnya, Chastelijn yang juga pejabat pemerintahan Hindia Belanda dan seorang Kalvinis, menulis impiannya agar kelak di Depok bertumbuh masyarakat Kristen yang sejahtera.

Karya Chastelijn mengajarkan agama Kristen, kata Boy Loen, dimulai ketika Chastelijn memutuskan keluar dari pemerintahan Belanda karena bersama VOC menerapkan sistem kerja rodi dan tanam paksa, tidak sesuai dengan iman yang dianut Chastelijn.

Chastelijn lalu melahirkan kaum Depok dengan mengajar para budak untuk membaca dan menulis. Baprima dari Makassar dan Carang Asam dari Bali dididik secara intens karena memiliki kecerdasan mumpuni, dan kedua orang ini pun membantu Chastelijn mengajarkan para budak yang lain.

Chastelijn mengajar membaca dan menulis dengan media Alkitab (Bible), mengajarkan bahasa Melayu dan bahasa Belanda. Pada 1713-1815 Chastelijn membangun gereja pertama (gereja bambu), Gereja Masehi Depok, di Jalan Gereja (sekarang Jalan Pemuda), dipimpin Baprima Lucas. Gereja Masehi Depok sekarang dikenal GBIP Immanuel Depok, berdampingan dengan kantor YLCC. Chastelijn pun membeli tanah di Depok dan Jakarta (lokasi RSPAD, Senin Raya, TIM/dulu perkebunan kopi lada).

Pada 1865-1887, Pendeta Bierhof menjadi pemrekarsa berdirinya zending Seminari Depok, pertama kali menyebarkan injil di nusantara ini. Sekolah guru injil pertama ini didirikan pada 1878. Komunitas Kristen pun mendirikan Rumah Sakit Harapan Depok pada 1930 di Jalan Gereja (sekarang Jalan Pemuda).

Pada tahun 1671 sekitar 170 orang calon guru dari Dayak, Batak, Arafura, Minahasa, Sunda, Jawa, Sangir, Depok berguru di Seminari Injil Depok seiring dengan dibangunnya jalur kereta api Batavia-Bogor. Guru injil Depok pun kemudian menyebar di seluruh nusantara.

Pada 1926, Seminari Injil Depok pindah ke Bogor (sekarang panti asuhan Kristen Bogor), lalu pindah lagi ke Pegangsaan Timur (STTF Jakarta), sekolah tinggi teologi dan filsafat. Sementara salah satu pendeta di Depok, De Vart dan istrinya Adriana de Vart (kepala perawat) mendirikan rumah sakit pertama dan tertua (PGI Cikini) setelah Indonesia dan dunia dilanda wabah kolera. Pada 1819-1953 adalah masa pelayanan 130 tahun pendeta Sucher, masa awal kaum Depok mengalami masa kejayaan dengan berdirinya sekolah rendah/dasar (sekarang SDN Pancoran Mas 2), saat ini dikelola YLCC.

Pasca kemerdekaan, lahirlah GPIB Imanuel Depok (1952), lahir juga gereja-gereja berbasis kebangsaan, kesukuan, etnis. Gereja Katolik pun hadir di Depok sebelum tahun 1960 (sekarang Gereja Santo Paulus Depok) dengan orang pertama yang dibaptis bernama Espelita Esparanza Maria. Kemudian ratusan gereja dari berbagai denominasi pun muncul di Depok.

Depok, kota beradab?

Meski menggelitik, pertanyaan apakah Kota Depok saat ini adalah kota beradab menarik untuk dibahas. Apapun itu, peran organisasi keagamaan telah menyumbang perbaikan predikat Kota Depok sebagai wilayah yang semakin toleran dengan dinamika hubungan antara agama yang kian harmonis.

Perlahan wilayah Kota Depok berkembang dengan citra positif seiring dengan berkurangnya potensi kerawanan dan konflik sosial, juga berkurangnya kekuatiran bahwa masyarakat semakin dijauhkan dari budaya keberagaman dan pluralisme.

Darius Lekalawo, Ketua ISKA Kota Depok

Darius Lekalawo, Ketua Ikatan Sarjana Katolik (ISKA) Kota Depok, berharap pemerintah Kota Depok tidak gegabah menetapkan peraturan daerah (perda) yang diskriminatif, terutama rancangan perda Kota Religius, karena ini akan mengganggu dinamika kehidupan beragama yang telah berkembang harmonis selama ini.

“Perda Kota Religius muncul tahun 2019 dan kami (ISKA) langsung respon dan memberi rekomendasi dan akhirnya sempat terhenti. Kemudian sekarang muncul lagi, kami kerja sama dengan lintas agama dan merespon lagi soal ini. Kami sudah rekomendasi lagi dan diterima oleh pimpinan DPR Kota Depok,” ujar Darius kepada Redaksi eNBe Indonesia belum lama ini.

ISKA, lanjut Darius, bekerja sama/ bersinergi dengan ormas-ormas lintas agama untuk merespon atas segala hal yang terkait dengan isu-isu politik dan sosial kemasyarakatan yang terjadi di Kota Depok. “Kita selalu beri masukan jika diundang pemerintah, TNI/Polri,” ujarnya.

Hadasa Scholastica Rini Tarigan Sibero, ketua Forum Masyarakat Katolik Indonesia (FMKI) Kota Depok untuk period 2017-2020, menyatakan seluruh anggota FMKI Kota Depok adalah duta-duta menyampaikan kabar baik bagi sesama, termasuk melestarikan relasi dan persahabatan harmonis dengan umat beragama lainnya. “Hidup berdampingan dengan umat beragama lain, saling menghormati (toleran), mesti menjadi komitmen karena seluruh warga negara punya tanggung jawab untuk memelihara semangat ke-Indonesiaan,” ujarnya.

Pendeta Ivonne D. Taroreh Laupatty mengatakan dengan menerima warisan iman dari Chastelijn, nilai Kristiani harus tetap jadi pegangan untuk hidup dalam kebenaran, karena doa orang benar sangat besar kuasanya (Yakobus 5:16B).

Pastor Agustinus Anton Widarto, OFM juga memberi refleksi 306 tahun injil di Depok. Demikian Pastor Dekan RD. Yulius Eko Priyambodo memberi peneguhan dan berkat bagi karya-karya gereja di Kota Depok. Doa Syafaat mendaraskan permohonan bagi pemerintah Kota Depok ( Pdt. Linda Purba, S.Th./PGIS), bagi pertumbuhan gereja di Kota Depok (Clara C. Maria Imm. Wara Wulandaru/gereja Katolik), bagi Pilkada, bangsa dan negara (Pdt Johny Kentjem/PGPI), bagi pandemi covid-19 (Pdt James Burnama/PBI), bagi kerjasama gereja dan umat kristiani (Pdt Merlyn/Bala Kesemalatan), dan bagi kerukunan antar umat beragama (Pdt James Hursina/Advent).

 

 

Comment

News Feed