by

Covid-19: Beberapa pemimpinan daerah gagal

-Nasional-68 views

DEPOK (eNBe Indonesia) – Indonesia melaporkan 2.743 infeksi baru dan 74 kematian pada Senin (31 Agustus). Dalam empat hari terakhir, negara ini menambahkan 4.175 kasus aktif, meningkatkan kekhawatiran tentang kemampuan sistem rumah sakit untuk menangani lebih banyak pasien. Tingkat pemulihan 72% pada hari Senin, sedikit di atas rata-rata dunia (70%), tetapi tingkat kepositifan negara tetap sangat tinggi pada 14%.

Seperti yang Anda lihat di tabel, pengujian melampaui target Presiden Jokowi sebesar 30.000 tes/hari pada Jumat lalu, tetapi kemudian kembali ke level terendah selama akhir pekan. Sekali lagi, pengujian masih menjadi tantangan besar bagi Indonesia meski kapasitas laboratorium nasional sudah di atas 30.000 pengujian per hari. Jokowi sekarang harus meningkatkan target pengujian menjadi di atas 50.000 tes/hari karena provinsi Jawa Barat, Jawa Tengah, Sumatera Utara masih jauh di bawah standar yang ditetapkan oleh WHO.

Untuk itu, Gubernur Jabar Ridwan Kamil pada Minggu membagikan alat uji PCR portabel ke 27 kabupaten/kota di provinsi itu dengan kapasitas uji rata-rata 100 tes/hari. Sedangkan Kota Tangerang Selatan di Provinsi Banten menerima pengiriman laboratorium baru BSL-2 yang mampu menguji 600 sampel per hari, sedangkan Kabupaten Banyumas di Provinsi Jawa Tengah meningkatkan kapasitas uji menjadi 300 sampel per hari dengan dibangunnya laboratorium baru di Universitas Negeri Soedirman di Purwokerto.

Meskipun kasus aktif meningkat, beberapa pemimpin mengklaim tingkat hunian tempat tidur (BOR) yang lebih rendah dalam sistem rumah sakit. Gubernur Jawa Timur Khofifah Indarparawansa, misalnya, mengatakan BOR di provinsi tersebut telah turun menjadi 45% dari puncaknya pada bulan lalu 80%. BOR Jakarta baru-baru ini kembali ke 70% akhir minggu lalu, tetapi mungkin telah meningkat mendekati kapasitas penuh dengan lebih banyak kasus aktif yang dilaporkan dalam 48 jam terakhir. Namun, Anies Baswedan, Gubernur Jakarta, mengatakan situasi sudah terkendali.

Tentu saja ada kabar baik. Angka kesembuhan pasien di Jakarta sudah mencapai 75,8%, di atas rata-rata nasional. Pengujian ibu kota sudah mencapai 59.713 per juta penduduk, jauh di atas rata-rata nasional 4.786 per juta. Tingkat positifitas di kota juga 9,7%, jauh di bawah rata-rata nasional (14%).

Kurangnya disiplin dan pengawasan tetap menjadi tantangan. Beberapa pemimpin daerah gagal mengidentifikasi aktivitas yang melibatkan banyak orang selama akhir pekan di beberapa lokasi. Akhir pekan lalu, misalnya, kami melaporkan kerumunan besar di camping ground yang dikelola oleh perusahaan kehutanan negara Perhutani di Ciapus, Kabupaten Bogor, di mana sekelompok penggemar sepak bola berkumpul untuk pertunjukan musik. Polisi kemudian menghentikan acara tersebut. (yosefardi.com)

Comment

News Feed