by

Amunisi baru Gerindra

-Politik-181 views

DEPOK (eNBe Indonesia) – Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia telah mengakui secara resmi jajaran baru Partai Gerindra 2020-2025, partai politik yang dipimpin Menteri Pertahanan Prabowo Subianto. Banyak nama lama masih mendominasi barisan partai, tetapi ada beberapa tokoh baru.

Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto tetap akan dibantu Sekretaris Jenderal Partai Ahmad Muzani. Faktanya, Muzani adalah satu-satunya sosok yang dikonfirmasi untuk tetap di posisinya bahkan sebelum jajaran baru diumumkan ke publik. Sekretaris jenderal, seperti yang kita semua tahu, adalah posisi terkuat kedua di partai. Itu menunjukkan betapa Prabowo mempercayai Muzani, yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua MPR.

Selain Muzani, banyak nama lama lain yang masih mendominasi barisan baru Gerindra, seperti yang tercatat sebagai Wakil Ketua Dewan Pertimbangan Partai: Adik Prabowo Hashim Djojohadikusumo, Rachmawati Soekarnoputri, Sandiaga Uno, Sufmi Dasco Ahmad, Edhie Prabowo, Fadli Zon, Desmond Djunaedi Mahesa, keponakan Prabowo Thomas Aquinas Muliatna Djiwandono, dan Sugiono.

Satu-satunya tokoh baru dalam daftar wakil ketua Dewan Pertimbangan Gerindra adalah Angki Retno Djudianti Djoko Santoso. Angki, sebagaimana kita ketahui, adalah janda mantan Panglima TNI Jenderal Djoko Santoso, yang juga merupakan pemimpin kunci Partai Gerindra.

Selain istrinya Angki, dua anak Djoko, Andika Pandu Puragabaya dan Ardhya Pratiwi Setiowati juga merupakan politisi Gerindra. Putra tertuanya, Andika Pandu Puragabaya, kini menjadi anggota DPR Gerindra di Komisi I DPR, yang membidangi militer, pertahanan, intelijen, TIK, dan luar negeri. Di DPR, Andika tercatat di Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR. Andika menikah dengan Amina Qonita, pemilik bar kesehatan Snctry, pada November 2019. Seperti kakaknya, Ardhya Pratiwi Setiowati juga merupakan anggota DPR dari Gerindra. Ia menjabat sebagai anggota parlemen di Badan Anggaran DPR (Banggar) dan Komisi XI DPR yang membidangi perbankan dan keuangan.

Dua nama menarik lainnya dalam barisan itu adalah Mayjen (Purn.) Musa Bangun dan Muhammad Irfan Yusuf Hasim (Gus Irfan). Musa Bangun menjabat sebagai wakil ketua Gerindra bidang pertahanan dan keamanan, sedangkan Gus Irfan menjabat sebagai wakil ketua Gerindra bidang agama. Arief Poyuono, sementara itu, sudah tidak ada lagi. Arief adalah salah satu wakil ketua umum Partai di jajaran sebelumnya.

Musa Bangun bukanlah sosok baru di Partai Gerindra. Pada Pilpres 2019, Musa menjadi Direktur Eksekutif Tim Kampanye Nasional (BPN) Prabowo-Sandi. Musa lulus dari Akademi Militer pada tahun 1983. Ia dikenal sebagai loyalis Prabowo sejak di militer. Faktanya, Musa adalah salah satu perwira Prabowo yang paling dipercaya bersama Mayjen (Purn.) Chairawan Kadarsyah Kadirussalam Nusyirwan, Komandan Tim Mawar (Tim Mawar) Kopassus Angkatan Darat.

Sedangkan Muhammad Irfan Yusuf Hasim a.k.a Gus Irfan adalah cucu dari Hasyim Asy’ari, pendiri Nahdlatul Ulama (NU). NU, seperti yang Anda ketahui, adalah organisasi Muslim terbesar di negeri ini. Ia juga anak dari KH Yusuf Hasyim, salah satu anak Hasyim Asy’ari dan pimpinan Pondok Pesantren di Jombang, Jawa Timur. Irfan menjabat sebagai wakil ketua Lembaga Ekonomi (LPNU) NU. Pada Pilpres 2019, Irfan menjadi salah satu juru bicara tim kampanye nasional Prabowo-Sandi. (yosefardi.com)

Comment

News Feed