by

Resuffle Cabinet?

-Nasional-560 views

DEPOK (eNBe Indonesia) – Desas-desus perombakan kabinet (resuffle) masih terus beredar, meski berkali-kali Istana Negara menepisnya. Desas-desus terbaru adalah bahwa perombakan akan segera terjadi dengan empat menteri duduk di kursi panas. Siapa mereka?

Sumber kami yang dekat dengan Istana mengatakan, Presiden Joko “Jokowi” Widodo tidak senang dengan kinerja Menteri Kesehatan Letjen (Purn) dr. Terawan Agus Putranto, Menteri Agama Jenderal (Purn.) Fachrul Razi, Menteri Pendidikan Nadiem Makarim, dan Menteri Sosial Juliari Peter Batubara. Menurut sumber tersebut, para menteri tersebut akan kesulitan untuk tetap berada di kabinet jika tidak meningkatkan kinerjanya.

Memang, para menteri tersebut telah duduk di kursi panas selama berbulan-bulan. Bahkan sebelum wabah COVID-19, tiga di antaranya mendapat kritik keras oleh kelompok tertentu. Pertanyaannya adalah apakah benar peluang mereka untuk tetap berada di kabinet itu tipis. Bagaimanapun, keempat menteri ini memiliki koneksi politik yang kuat yang dapat membantu mereka mempertahankan posisinya.

Baik Terawan maupun Fahcrul Razi, misalnya, adalah pensiunan jenderal militer. Meski Terawan tidak lulus dari Akademi Militer, namun dia memiliki hubungan baik dengan berbagai pensiunan jenderal berpengaruh di lingkaran dalam Presiden Jokowi. Beberapa dari mereka bahkan berhutang padanya. Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla pernah mengungkapkan bahwa pendahulunya, mantan Wakil Presiden (Purn) Try Soetrisno, dan lima menteri masa jabatan pertama Jokowi, dirawat dan disembuhkan oleh Terawan. Salah satu menteri tersebut adalah Jenderal (Purn.) Wiranto, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan pada masa jabatan pertama Jokowi. Baik Wiranto maupun Try Sutrisno adalah mantan panglima militer. Wiranto juga pendiri Hanura sedangkan Try Sutrisno adalah pendiri PKPI. Baik Hanura maupun PKPI adalah anggota koalisi yang berkuasa. Letjen (Purn) Prabowo Subianto yang kini menjadi Menteri Pertahanan juga dirawat oleh Terawan. Prabowo adalah ketua Partai Gerindra, partai terbesar ketiga dalam koalisi yang berkuasa di belakang PDIP dan Golkar.

Fachrul Razi adalah wakil panglima militer ketika Wiranto menjabat sebagai panglima militer. Ia dikenal dekat dengan Wiranto. Bersama Wiranto, Fachrul ikut mendirikan Partai Hanura. Fachrul juga dikenal dekat dengan Jenderal (Purn.) Luhut Binsar Pandjaitan, yang kini menjabat Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan dipercaya sebagai tangan kanan Jokowi. Seperti Luhut dan Wiranto, Fachrul sudah mendukung Jokowi sejak pemilihan presiden 2014. Itu menjadikannya salah satu pensiunan jenderal di lingkaran dalam Jokowi.

Sedangkan Nadiem Makarim adalah putra dari Nono Anwar Makrim, seorang pengacara ternama. Nono menikah dengan Atika, yang merupakan adik dari Maher Algadri. Maher yang merupakan salah satu pendiri Kongsi Delapan Group atau Kodel Group ini dikenal sebagai salah satu sahabat dekat Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto yang kini menjabat sebagai menteri pertahanan. Kodel Group sendiri merupakan sebuah grup bisnis yang didirikan dan dikendalikan oleh tokoh-tokoh terkemuka di tanah air yang secara politik memiliki hubungan yang baik dengan partai-partai politik besar seperti Partai Nasdem Golkar dan Surya Paloh. Golkar, Nasdem, dan Gerindra adalah anggota koalisi Jokowi yang berkuasa.

Paman Nadiem, Zacky Anwar Makarim, adalah pensiunan mayor jenderal. Zacky dikenal dekat dengan Jenderal (purnawirawan) Wiranto, yang merupakan mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum & Keamanan di masa jabatan pertama Jokowi dan pendiri Partai Hanura. Zacky adalah teman sekelas mantan Panglima TNI (Purn.) Endriartono Sutarto, Letjen (Purn.) Djamari Chaniago, Mayjen (Purn) Kivlan Zen, Letjen (Purn) Suaidi Marasabessy (Partai Demokrat), dan mantan Wakil Kapolri Kombes. Jenderal (Purn) Adang Daradjatun (PKS) di Akademi Militer (Akmil) angkatan 1971.

Nadiem juga merupakan pendiri Gojek, dimana Pandu Patria Sjahrir menjabat sebagai komisaris. Pandu adalah keponakan Luhut.

Adapun Juliari Batubara adalah politisi dari partai berkuasa PDIP. Di PDIP, Juliari menjabat sebagai wakil bendahara. Bahkan ada yang menyebut dia salah satu orang paling dipercaya Megawati Soekarnoputri di kabinet bersama Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Yasonna Hamonangan Laoly. Ingat, Yasonna tetap berada di kabinet meski mendapat semua tekanan. Juliari mungkin juga bertahan mengingat dukungan politiknya yang kuat.

Meski begitu, jika Jokowi ingin mengganti semua atau sebagian menteri tersebut, pertanyaan selanjutnya adalah apakah dia dapat menemukan sosok yang lebih baik sebagai pengganti. (yosefardi.com)

Comment

News Feed