by

Pilkada Kota Depok: Gereja tak apatis di tengah momok covid

-Politik-150 views

DEPOK (eNBe Indonesia) – Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kota Depok tahun ini menarik untuk dicermati. Selain Kota Depok adalah kota dengan dinamika sosial politik paling dinamis di propinsi Jawa Barat (Jabar), pemilihan walikota dan wakil wali kota yang baru (periode 2021-2026) untuk Kota Depok pada 9 Desember 2020 nanti sulit diprediksi.

Kedua calon walikota adalah petahana (Incumbent). Mohammad Idris adalah walikota saat ini sementara Pradi Supriatna adalah wakil walikota. Mohammad Idris sebelumnya (2011-2016) menjabat wakil walikota, mendampingi Nur Mahmudi Ismail. Idris berduet dengan kader PKS, Imam Budi Hartono, yang telah dua periode menjadi anggota DPRD Jawa Barat. Pradi berduet dengan Afifah Alia, kader perempuan PDI-P.

Yang menarik, dalam tiga periode terakhir (15 tahun), walikota terpilih diusung PKS dan Gerindra. Kali ini, PKS dan Gerindra berpisah. PKS tetap mengusung Idris, sementara Gerindra mengusung Pradi. Ada peluang PKS tersisih dalam pertarungan kali ini karena mayoritas parpol di parlemen (DPRD Kota Depok) sebanyak 33 kursi mengusung Pradi (PDI-P, PAN, PKB, PSI, dan Golkar). Sedangkan, PKS hanya didukung Demokrat dan PPP (17 kursi). Namun, besarnya basis pemilih dari PKS di Kota Depok tentu juga memberi peluang bagi Idris untuk menang dan memimpin Kota Depok dalam 5 tahun ke depan (period kedua menjadi walikota).

Akhirnya, faktor covid-19 (pandemi virus corona) yang akan menentukan kemenangan, apakah bagi Idris atau Pradi. Pendukung Idris dan pendukung Pradi tak boleh takut dan kuatir untuk datang ke TPS dan mencoblos, apalagi pemerintah dan seluruh unsur penyelenggara akan menjamin keselamatan dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

Umat Kristen tak apatis

Forum Komunikasi dan Kerjasama Umat Kristiani Kota Depok (FKKUKD) dalam siaran pers pada 24 September 2020 mengajak umat Kristen berpartisipasi aktif dalam Pilkada Kota Depok 2020 ini, suatu proses demokrasi sebagai wujud terciptanya tata kelola pemerintahan yang lebih baik. “Pilkada di tengah situasi covid-19 menuntut persiapan ekstra dari berbagai instansi untuk bersinergi dengan semua pihak dalam memetakan implikasi yang berpotensi mereduksi nilai-nilai demokratis,” tulis FKKUKD.

Pdt. Martin Luther Batubara, M.Th, Ketua Umum FKKUKD mengatakan FKKUKD bersama Aras-aras Gereja sepenuhnya mendukung suksesnya Pilkada Kota Depok. “Kita netral, siapapun yang terpilih sepenuhnya kita dukung. FKKUKD dan aras-aras gereja akan memfasilitasi dialog para calon, agar umat bisa melihat yang terbaik,” ujarnya kepada Redaksi eNBe Indonesia.

Pdt. Martin menambahkan pemimpin umat Kristen berharap pemimpin baru terus mempertahankan Kota Depok sebagai kota yang damai, maju dan diberkati walaupun dilanda covid.

RD. Yosep Sirilus Natet, Perwakilan Gereja Katolik di FKUB (Forum Kerukunan Umat Beragama) dan FKKUKD di Kota Depok juga mengatakan bahwa hubungan gereja dan pemerintah di Kota Depok sejauh ini baik, dan banyak hal sudah dilakukan dalam kebersamaan. “Di FKUB, mereka (pemerintah-red) berharap kehadiran gereja bisa turut memberi warna. Dan FKUB siap memelihara kebhinekaan, maka dengan keberagaman agama, semoga lebih banyak kegiatan untuk membaurkan perbedaan dan membangun kebersamaan,” ujarnya.

Pdt. Lie Nie Kie, Ketua Umum Persekutuan Gereja-gereja dan Lembaga-lembaga Injili Indonesia (PGLII) Kota Depok menandaskan bahwa gereja dan umat Kristiani tidak apatis dengan Pilkada Kota Depok 2020, bahkan tetap bersatu apalagi dalam kondisi pandemi seperti sekarang ini. “Sebagai pimpinan gereja, hamba Tuhan dalam pelayanan sebagai gembala umat, kita mengayomi semua umat Kristiani untuk memilih pemimpin baru yang adil, bijaksana, perhatikan semua golongan tanpa membeda-bedakan,” serunya.

Rudijanto Effendy, Koordinator Bidang Kemasyarakatan Dekanat Utara (menaungi para kerawam 7 paroki di Kota Depok), juga menghimbau umat Katolik berperan aktif mencari pemimpin dan menyukseskan Pilkada ini dalam kondisi pandemi covid. “Kami akan bantu umat kurang paham informasi pilkada, kami sangat mendukung sekali, dan siap melaksanakan (sosialisasi-red).”

Hadasa Scholastica Rini Tarigan Sibero, Ketua Forum Masyarakat Katolik Indonesia (FMKI) Kota Depok, juga siap bekerjasama dengan ormas-ormas Katolik melakukan kegiatan-kegiatan menyukseskan Pilkada Kota Depok, terutama mendorong semangat dan antusiasme umat untuk turut memilih pemimpin.

“Anak muda Katolik (OMK), kaum perempuan, ibu-ibu WKRI (Wanita Katolik Republik Indonesia) jangan kendor semangat. Mari kita bersatu dan berjuang di tengah pandemi ini untuk mencari pemimpin terbaik, pemimpin yang tetap menegakkan idelologi bangsa, Pancasila dan UUD-45,” ujarnya sambil menyerukan umat Katolik dan Kristen turut terlibat di dalam penyelenggaraan Pilkada sebagai pengawas pemilu.

 

 

 

 

 

Comment

News Feed