by

KAMI & Demo Omnibus Law

-Nasional-80 views

DEPOK (eNBe Indonesia) – Bareskrim Polri menangkap sejumlah tokoh terkait aksi unjuk rasa yang memprotes Omnibus Law Cipta Kerja karena berubah menjadi kerusuhan. Kali ini, tokoh yang ditangkap adalah Koalisi Penyelamatan Indonesia (KAMI), kelompok oposisi yang dipimpin mantan Panglima TNI (Purn) Gatot Nurmantyo dan mantan Ketua PP Muhammadiyah Din Syamsuddin.

Bareskrim menjelaskan, operasi penangkapan delapan tokoh yang diduga menyebarkan hoax Omnibus Law dan memprovokasi pengunjuk rasa dilakukan antara 7 Oktober hingga 12 Oktober. Empat dari delapan tokoh tersebut adalah pimpinan KAMI, Jumhur Hidayat, Syahganda Nainggolan, Anton Permana, dan Khairi Amri. Empat lainnya berinisial JG, NZ, WRP, dan KA.

Polisi telah menetapkan Khairi Amri yang merupakan Ketua Polda Sumatera Utara bersama empat orang tersangka berinisial JG, NZ, WRP, dan KA. Adapun tiga pimpinan KAMI (Jumhur Hidayat, Syahganda Nainggolan, dan Anton Permana), belum ditetapkan statusnya oleh Polri.

Baik Jumhur Hidayat maupun Syahganda Nainggolan adalah anggota pengurus KAMI. Anton Permana tercatat sebagai salah satu anggota komite kajian strategis KAMI. Jumhur pernah menjabat sebagai Kepala BNP2TKI (nama sebelumnya dari Badan Perlindungan Pekerja Migran Negara/BP2MI) dari tahun 2007 hingga 2014 di bawah pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), yang juga merupakan pemimpin tertinggi Partai Demokrat. Seperti Jumhur, Syahganda Nainggolan pernah menjabat sebagai Komisioner Pelindo II di bawah pemerintahan SBY. Nama Syahganda disebut-sebut sebagai salah satu orang di balik akun Twitter terkenal @ Triomacan2000. Baik Jumhur maupun Syahganda adalah alumni Institut Teknologi Bandung (ITB).

Anton Permana, sementara itu, adalah anggota tim sukses Riza Falepi yang diusung partai oposisi PKS, pada Pilkada Payakumbuh 2017. Dalam pemilihan tersebut, Anton juga berusaha mencalonkan diri sebagai walikota dengan dukungan dari Partai Gerindra, namun ia gagal mengikuti pencalonan dan akhirnya mendukung calon PKS Riza Falepi. Riza memenangkan pemilihan dan menjadi Walikota Payakumbuh (Sumatera Barat). Anton juga tercatat sebagai anggota Forum Komunikasi Anak Veteran Indonesia (FKPPI) di kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau.

Yang menarik, ketiga pimpinan KAMI yang ditangkap Polri itu entah bagaimana ada hubungannya dengan SBY dan atau partai oposisi PKS. Barangkali, inilah salah satu alasan mengapa SBY begitu bersemangat membela diri menanggapi pernyataan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman & Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, dan Badan Intelijen Negara (BIN). SBY, seperti diberitakan sebelumnya, menepis tudingan bahwa dialah yang mendukung aksi anti Omnibus Law dan membiayai aksi unjuk rasa. SBY meminta Airlangga, Luhut, dan BIN menceritakan kepada publik tentang identitas pelaku. Masalahnya bukan Airlangga, Luhut, atau BIN yang menuduh SBY atau membicarakan dirinya dan Partai Demokratnya.

Pertanyaannya, apakah Polri akan menghentikan delapan tokoh tersebut. Perlu diketahui, pada 21 Mei 2019, terjadi kerusuhan pasca pemilihan presiden. Saat itu, polisi mengidentifikasi tiga kelompok pelaku. Barangkali, Polri tidak hanya mengincar KAMI. (yosefardi.com)

Comment

News Feed