by

Prabowo kunjung AS

-Nasional-91 views

DEPOK (eNBe Indonesia)- Hari Jumat pekan lalu (16/10) Menteri Pertahanan Letnan Jenderal (Purn.) Prabowo Subianto memulai perjalanannya ke Amerika Serikat (AS). Prabowo, yang juga Ketua Umum Partai Gerindra, dilaporkan bertemu pejabat tinggi AS di Pentagon.

Prabowo berada di AS atas undangan Menteri Pertahanan AS Mark T. Esper. Kunjungan Prabowo tersebut merupakan yang pertama kali setelah ia dilarang masuk ke AS selama dua dekade terakhir karena tuduhan pelanggaran HAM. Jadi, bisa dibayangkan betapa pentingnya kunjungan ini bagi Prabowo, terutama mengingat kemungkinan dia akan mencalonkan diri sebagai presiden pada 2024.

Adapun AS, kunjungan Prabowo menyoroti pentingnya Indonesia sebagai sekutu potensial melawan China di Asia, khususnya di Asia Tenggara. Michael Quinlan, Juru Bicara Kedutaan Besar AS di Jakarta, mengatakan kepada pers bahwa Prabowo akan bertemu dengan Mark T. Esper dan pejabat tinggi lainnya di Pentagon untuk membahas isu-isu kawasan seperti perdagangan dan kerja sama militer antara kedua negara dan upaya memerangi pandemi COVID-19. Mike mengatakan pertemuan tersebut diharapkan dapat mempererat hubungan bilateral di bidang pertahanan antara Indonesia dan AS.

Bagaimanapun, ada beberapa masalah yang tertunda di sektor pertahanan antara kedua negara. Pertama, ada rencana pengadaan 24 unit jet tempur F-16 Block 70 Viper yang dipasang oleh Jenderal (Purn) Ryamizard Ryacudu pendahulu Prabowo.

Kedua, ada pernyataan dari Wakil Menteri Pertahanan Sakti Wahyu Trenggono bahwa Pemerintah sedang mempertimbangkan untuk membeli pesawat siluman F-35 dari AS. Ide pembelian F-35 muncul pada saat laporan Bloomberg yang mengatakan Indonesia telah membatalkan kesepakatan dengan Rusia untuk membeli 11 unit jet tempur Sukhoi Su-35 karena tekanan AS.

Bloomberg, seperti yang telah kami laporkan sebelumnya, melaporkan bahwa pemerintahan Trump memperjelas bahwa Indonesia berisiko dikenakan sanksi karena membeli jet tempur Sukhoi Su-35 berdasarkan Undang-Undang Melawan Musuh Amerika Melalui Sanksi (CAATSA).

Bloomberg melaporkan bahwa AS menyarankan Indonesia untuk membeli F-16 Viper mereka, upgrade terbaru dari jet F-16, dengan imbalan membatalkan kesepakatan dengan Rusia. Namun menurut Bloomberg, Indonesia justru meminta jet siluman F-35. Jadi, masalah ini mungkin menjadi inti pembicaraan antara Prabowo dan pejabat tinggi AS.

Comment

News Feed