by

Robertho Rouw, aktor perampasan lahan & perusakan plang pembanguan masjid

DEPoK (eNBe Indonesia) – Pangeran Achmad Bolonson Wangsa Martaraja Wijayanegara adalah putra bangsa, putra dari pahlawan nasional, Sultan Machmud Badaruddin II asal Palembang. Putra Ibu Pertiwi yang mengalir darah pejuang gigih dari sang ayah, Sultan Machmud Badaruddin II.

Kegigihan dan perjuangannya dalam melawan penjajahan kolonial Belanda dibuktikannya. Jasa dan bakti raga putra bangsa, Pangeran Achmad Bolonson Martaradja Wijaya Negara kepada Ibu Pertiwi dalam melawan penjajah Belanda hingga mengorbankan jiwa dan raga serta rela menghadapi kenyataaan hidupnya dikubur hidup-hidup di tanah makam ”Keramat Munjul” Cipayung, Jakarta Timur. Sang Pangeran wafat pada tanggal 6 Desember 1869.

Pangeran Achmad Bolonson mempunyai seorang istri bernama Nona MA Sanding dan mempunyai seorang putra tunggal bernama Pangeran Hadji Muhammad SATIBI. Kemudian Pangeran Achmad Bolonson mewarisi tanah Tjiboeboer kepada putra tunggalnya Pangeran Hadji Satibi. Dalam perjalanan waktu, karena tanahnya dirampas Belanda, Pangeran Hadji Satibi hijrah ke daerah Tjileungsi Bogor Timur.

Haji Satibi mempunyai 6 orang istri dan 13 orang anak. Hadji Satibi wafat pada tanggal 27 Januari 1913. Selanjutnya hak waris atas tanah Tjiboeboer dari Pangeran Achmad Bolonson dibuatkan oleh keturunannya. Hal ini dibuktikan melalui surat waris tanah bernama Eigendom Verponding.

Pangeran Achmad Bolonson Wangsa Martaraja Wijaya Negara adalah pemilik tanah Eeigendom Verponding seluas 62.965.000 m2 ( Enam puluh dua juta Sembilan ratus enam puluh lima meter persegi), diidentifikasi sebagai acta Van Eigendom aftschrif No.96.b/dd.18 Juli 1931 (akte hak milik pribumi/Indonesia, Salinan no.96.b/tanggal 18 Juli 1931) Verponding No.5658 Kohir No.54 Blok I Tjiboeboer yang tercatat atas nama Achmad Bolonson. Dengan batas –batas: di sebelah Utara pada persil Cibubur, di sebelah Selatan pada persil Verponding No.5655, di sebelah Timur pada Sungai Besar, di sebelah Barat pada persil dan tanah no.268,di hadapan Notaris Batavia George Herman Thomas.

Eigendom Verponding ini didukung dengan data-data otentik, antara lain :Surat Jawaban Kepala Pusat Konservasi Bidang Pelayanan Informasi ANRI Bapak Sadikin, dengan Nomor: KN 021/91/1980 tertanggal 8 Mei 1980 kepada Bapak R. Michrodz (Ahli waris); Berita Pemeriksaan Arsip/ Dokumen Nomor: KN.04/Juli/2007 oleh Bapak Asep Mukhtahar Mawardi ( Kasubdit Layanan Arsip) ANRI, pada tanggal 27 Juli 2007.

Di samping itu, tanah seluas + 20 Ha (dua puluh hektar) menjadi satu kesatuan dan bagian yang tak terpisahkan dari luas 62 965.000 m2 tanah Ahli Waris Achmad Bolonson, berada di Jalan Alternatif Cibubur Kelurahan Harjamukti, Kecamatan Cimanggis Kota Depok. Hal ini dibuktikan dengan Putusan MA Nomor:2033 K/PID/2009 diucapkan pada sidang terbuka untuk umum pada Rabu, tanggal 23 Feberuari 2011.

Kondisi terkini Lokasi/Kavling tersebut terdapat banyak bangunan dan kegiatan rutin yang dilakukan oleh orang/pihak yang mengaku pemegang/pemilik sertifikat hak milik (SHM). Mereka melakukan aktivitas termasuk mendirikan bangunan/rumah tanpa dialihkan hak, tanpa seijin dan koordinasi dengan pihak Ahli Waris Achmad Bolonson.

Padahal hingga saat ini para ahli waris Pangeran Achmad Bolonson belum pernah melakukan pengalihan hak atas tanah kepada pihak-pihak yang menyebut dirinya sebagai pemilik SHM yang tergabung dalam paguyuban Kavling DDN. Tak satu pun ahli waris melakukan jual beli tanah ahli waris kepada pihak-pihak yang mengklaim diri sebagai pemegang Sertifikat Hak Milik (SHM).

Lebih tragis lagi, pada Sabtu, 10 Oktober 2020, sekelompok orang yang mengklaim pemilik Sertifikat Hak Milik (SHM) dalam pengawalan dan pengamanan pasukan yang bersenjata lengkap anggota Polresta Depok yang berkekuatan penuh merubuhkan, meratakan bangunan yang ditempati orang-orang yang mempunyai surat kuasa dari ahli waris. Bahkan pada saat yang sama, pemilik tanah Robertho Rouw Nomor SHM.02899 an. Anneke, merubuhkan, merusakkan dan menghilangkan plang” Mohon Doa Restu dan Bantuan, Disini akan dibangun Masjid Jam”i Pangeran Achmad Bolonson” dengan plang tanah miliknya. Sementara tak jauh dari itu, lahan diklaim pemilik SHM atas nama Nyonya M Butar Butar/dokter Lie juga merubuhkan, merusak dan menghilangkan plang” kantor Sekretariatan Pembangunan Masjid Jami Pangeran Achmad Bolonson”.

Selain bangunan dan Plang “Pembangunan Masjid Jami Achmad Bolonson” dirusak, dirubuhkan, Tim Advokasi PADMA (Pelayanan Advokasi untuk Keadilan dan Perdamaian) Indonesia dan Tim Lapangan PADMA Indonesia, yang sejak awal Maret 2019 mendampingi para ahli waris Pangeran Achmad Bolonson, diborgol dan dibawa paksa dengan tindakan represif ke Polresta Depok. Bahkan seorang Tim Advokasi PADMA Indonesia mengalami luka memar akhibat pukulan aparat dan cedera lutut/lutut retak karena perlakuan anggota polresta Depok.

Kini dihadapan kita tersajikan sebuah gambaran perilaku/tindakan yang mencedarai Hukum dan HAM yakni :
Pertama, sebuah kenyataan dimana kaum kuat kuasa dan kuat uang yang mengklaim sebagai pemilik SHM di Cibubur, khususnya Robertho Rouw, dkk telah merampok dan merampas hak atas tanah ahli waris Pangeran Achmad Bolonson.

Kedua, Robertho Rouw, dkk telah memanfaatkan aparat negara/Polresta Depok untuk melakukan tindakan diskriminasi, kriminalisasi dan represi terhadap Tim Advokasi PADMA Indonesia dan Tim Lapangan PADMA Indonesia.

Ketiga Robertho Rouw dkk memeperlihatkan sikap yang mengabaikan dimensi membangun relasi yang benar antar warga negara dan menegasikan dialog mediasi serta terkesan mengedepankan aksi premanisme.

Oleh karena itu, kami dari Koalisi Umat Pembela Masjid menyerukan masyarakat umum dan pengambil penentu kebijakan khusus Pimpinan Partai Nasional Demokrat :

  1. Memecat Robertho Rouw dari Partai Nasdem karena telah merampas hak atas tanah milik ahli Pangeran Achmad Bolonson dan merusak, merubuhkan serta menghilangkan plang “pembangunan Masjid Jami Achmad Bolonson.
  2. Memfasilitasi pengembalian lahan yang dirampas oleh Robertho Rouw untuk pembangunan Mesjid Jam’i Pangeran Achmad Bolonson.
  3. Mendukung secara moral dan politik terhadap Ahli Waris yang sedang memperjuangkan hak-haknya di tanah Ahli Waris pangeran Achmad Bolonson.

Comment

News Feed