by

Kemenparekraf Perkenalkan Aplikasi Community Hub di Labuan Bajo

DENPASAR (eNBe Indonesia) – Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif memperkenalkan aplikasi Community Hub bagi komunitas pariwisata dan ekonomi kreatif di Labuan Bajo dalam acara Community Trip 2020.

Kepala Bagian Hubungan Masyarakat Kemenparekraf/Baparekraf, Djoko Waluyo, menjelaskan aplikasi yang telah diluncurkan pada Agustus 2020 ini menjadi wadah bagi seluruh komunitas di Indonesia untuk mempublikasikan karya dan kegiatan.

“Di aplikasi ini, seluruh komunitas di Indonesia bisa saling berbagi informasi yang bermanfaat dan mengunggah gambar dan tulisan ke media sosial pada umumnya di halaman komunitasnya dan juga ada live streaming secara berkala dengan berbagai tema bersama komunitas yang berbeda-beda,” ujar Djoko dalam keterangannya, Senin (19/10).

Dia menjelaskan, ketika ada suatu kegiatan komunitas, misalnya pertunjukan musik atau pameran yang diunggah di aplikasi ini, unggahan tersebut juga otomatis akan ditayangkan di media sosial seperti YouTube.

Publikasi karya ini, ujar Djoko, diharapkan dapat mendorong berbagai komunitas pariwisata di Labuan Bajo untuk membangkitkan kembali pariwisata dan ekonomi kreatif melalui karya dan kreativitas yang dimiliki.

Sub Koordinator Pengembangan Komunitas dari Biro Komunikasi Kemenparekraf/Baparekraf, Syaril Sulaiman mengatakan kegiatan ini sebagai ajang bertukar informasi berbagai komunitas di tanah air dalam upaya bersama membangkitkan kembali pariwisata dan ekonomi kreatif di era adaptasi kebiasaan baru

“Kami mengajak beberapa komunitas untuk bersilaturahmi dan bertukar informasi dengan komunitas-komunitas pariwisata dan kreatif yang ada di Labuan Bajo,” kata Syaril.

Dia menjamim semua kegiatan dilaksanakan dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat dengan menerapkan prinsip 3M (menggunakan masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak).

Acara ini digelar mulai 19 hingga 22 Oktober 2020 ini diikuti sembilan orang perwakilan komunitas dari seluruh Indonesia. Adapun Komunitas tersebut adalah Komunitas Historia Indonesia, Rad Supersonic, dan Kito Rato asal Jakarta; Komunitas Erkaem dan Net Good People asal Lombok, Nusa Tenggara Barat; Komunal Primitif Percussion dan Pondok Kreatif Parapat asal Sumatera Utara; Jamming Musik Odah Etam (JMOE) asal Kalimantan Timur; dan Genpi Bandung, Jawa Barat. (bisnis.com)

Comment

News Feed