by

Kembalinya RIZIEG SHIHAB

-Nasional-102 views

DEPOK (eNBe Indonesia) – Rizieq Shihab, pemimpin tertinggi kelompok Muslim garis keras FPI dan PA212, telah mengumumkan kembalinya ke Indonesia setelah tiga tahun pengasingan di Arab Saudi. Rizieq, dalam pengumumannya di kanal Youtube FPI Front TV, mengatakan akan tiba di Indonesia pada 10 November.

Rizieq menyatakan, Pemerintah Indonesia tidak melobi Pemerintah Saudi untuk membantunya kembali ke Indonesia. Ia mengatakan yang membantunya adalah para anggota dan simpatisan FPI di Mekkah, Arab Saudi. Menurut Rizieq, Pemerintah Saudi akhirnya memberikan perpanjangan visanya agar dia dan keluarganya bisa kembali ke Indonesia. Ia mengatakan akan tiba di Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta pada pukul 09.00 pada 10 November.

Rizieq sebelumnya berencana kembali ke Indonesia pada 2018, menjelang pemilihan presiden 2019. Saat itu, dia adalah pendukung Prabowo Subianto. Bersama Amien Rais, Prabowo bahkan sempat menyambangi Rizieq di pengasingan di Mekkah saat itu. Namun Rizieq gagal kembali dan ia menuding Pemerintah Indonesia berada di balik kegagalannya kembali ke Indonesia. Namun, justru Pemerintah Saudi yang melarang Rizieq keluar dari Saudi karena sudah overstay.

Menanggapi pengumuman Rizieq, Polri mengingatkan para pendukung Rizieq bahwa Bandara Internasional Soekarno-Hatta adalah fasilitas umum. Jadi, mereka harus menjaga ketertiban saat menyambut Rizieq di Bandara. Juru Bicara Brigjen POLRI. Jenderal Awi Setiyono mengatakan, polisi akan menurunkan petugasnya ke bandara untuk tujuan keamanan jika diperlukan. Terkait kasus yang melibatkan Rizieq, Awi mengatakan, pihaknya masih berkoordinasi dengan penyidik ​​untuk menentukan langkah Polri selanjutnya.

Rizieq, seperti kita ketahui, berkontribusi pada kebangkitan politik Islam selama Pilgub Jakarta 2017 dengan mengadakan demonstrasi anti-Ahok. Dia dianggap sebagai salah satu pemimpin gerakan. Polisi kemudian mengejarnya karena diduga menyebarkan pesan teks porno. Dia diselidiki, tapi kemudian kabur ke Arab Saudi. Dia berada di pengasingan sejak saat itu.

Selain kasus SMS pornografi tersebut, Rizieq juga diperiksa terkait sejumlah tuduhan lainnya:

  • Dugaan pencemaran nama baik Pancasila dilaporkan oleh Sukmawati Soekarnoputri (sejak 27 Oktober 2016)
  • Dugaan penistaan ​​agama yang dilaporkan oleh Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) (sejak 26 Desember 2016)
  • Dugaan ujaran kebencian yang dilaporkan oleh Student Peace Institute (sejak 27 Desember 2016)
  • Dugaan ujaran kebencian yang dilaporkan oleh Rumah Pelita (sejak 30 Desember 2016)
  • Tuduhan fitnah yang dilaporkan oleh Jaringan Intelektual Muda Anti-Fitnah dan Solidaritas Merah Putih, terkait dengan kehadiran simbol palu arit komunis di cetakan baru Rupiah (sejak Januari 8, 2017 dan 10 Januari 2017 masing-masing)
  • Dugaan fitnah yang dilaporkan oleh Generasi Muda Siliwangi, terkait dengan ucapan Rizieq yang melontarkan lelucon budaya Sunda ketika ia mengubah istilah lokal “sampurasun” menjadi “campur racun” atau campuran beracun
  • Dugaan pencaplokan properti milik perusahaan kehutanan milik negara PT Perhutani di Megamendung, Bogor, Jawa Barat.

Melihat pernyataan Polri di atas, sepertinya Polri tidak akan langsung menangkap Rizieq begitu sampai di Bandara Soekarno-Hatta. Namun mengingat status kasus-kasus yang menimpa Rizieq tersebut di atas, polisi bisa saja memanggil Rizieq untuk dimintai keterangan tergantung situasi dan kondisinya.

Rizieq, di kanal Youtube Front TV, mengungkapkan rencananya. Ia mengatakan akan beristirahat di kediamannya di Petamburan, Tanah Abang, Jakarta Pusat selama dua hari (11-12 November) sebelum menghadiri acara Maulid Nabi Muhammad (Maulid Nabi Muhammad) di Tebet, Jakarta Selatan pada 13 November dan kemudian mengunjungi Markaz Syariah FPI di Megamendung, Bogor, Jawa Barat. Pada 14 November, Rizieq mengatakan akan menghadiri acara Maulid Nabi Muhammad di Markas Besar (Mabes) FPI di Petamburan dan pernikahan putri keempatnya di sana.

Meski begitu, pertanyaan terbesarnya adalah apakah Rizieq akan kembali terlibat dalam politik nasional. Seperti diketahui, FPI Rizieq kini tergabung dalam Koalisi Penyelamatan Indonesia (KAMI), kelompok oposisi yang dipimpin mantan Panglima TNI (purnawirawan) Gatot Nurmantyo dan mantan Ketua PP Muhammadiyah Din Syamsuddin. Ketua FPI Sobri Lubis adalah pendiri KAMI bersama Gatot, Din, dan banyak tokoh terkenal lainnya. Anggota FPI juga hadir pada acara deklarasi KAMI di Tugu Proklamasi, Jakarta.

Selain KAMI, FPI dan beberapa kelompok Muslim garis keras lain yang terkait dengan Rizieq seperti GNPF, PA212, dan HRS Center terkait dengan Aliansi Nasional Anti Komunis (Anak NKRI). Kelompok ini baru-baru ini menggelar unjuk rasa memprotes Omnibus Law Cipta Kerja pada 13 Oktober. Dalam unjuk rasa tersebut, mereka mendesak Presiden Joko “Jokowi” Widodo untuk mundur jika Presiden menolak mengeluarkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) untuk membatalkan Omnibus Law. Ini bukan pertama kalinya aliansi tersebut meminta pemakzulan Jokowi. Pada 16 Juli, aliansi yang sama menggelar rapat umum di depan kompleks Parlemen. Tidak hanya memprotes RUU Omnibus Cipta Kerja, RUU Pedoman Ideologi Pancasila (HIP), dan UU 2/2020 tentang pembahasan pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) 1/2020 menjadi undang-undang baru, tetapi juga disebut untuk pembubaran partai yang berkuasa PDIP dan pemakzulan Jokowi.

Jadi, mari kita lihat apa yang akan dilakukan Rizieq selanjutnya. Apakah dia akan bergabung dengan Gatot Nurmantyo dan Din Syamsuddin di KAMI? Akankah dia memimpin demonstrasi berikutnya yang dilakukan oleh kelompok Muslim garis keras untuk memprotes Omnibus Law? Sebagaimana kita ketahui, KAMI juga mendukung unjuk rasa anti Omnibus Law. Kita juga akan melihat apa yang akan dilakukan Polri terhadap Rizieq terkait kasus-kasus yang melibatkan Rizieq. (yosefardi.com)

Comment

News Feed