DEPOK (eNBe Indonesia) – Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, melalui Keputusan Nomor 65/Kpts/KB.020/11/2020), menetapkan kebun benih sumber vanili varietas Alor di kabupaten Nagekeo, propinsi NTT, milik Paskalis Loy di Desa Sawu, kecamatan Mauponggo dengan luas 0,5 hektar, tahun tanam 2017 dengan 1,500 pohon.

Penetapan ini dilakukan setelah penilaian kelayakan oleh tim dari Direktorat Jenderal Perkebunan, Pemulia dari Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat (Balitro) Bogor, Pengawas Benih Tanaman (PBT) dari Uni Pelaksana Teknis (UPT) Pengawasan dan Sertifikasi Benih Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT, dan Dinas Pertanian Kabupaten Nagekeo.

Pemilik kebun benih sumber vanili varietas Alor diwajibkan menyediakan benih sesuai standar yang ditetapkan, menjamin kemurnian benih secara genetik, dan menghasilkan benih vanili varietas Alor secara teratur, berkelanjutan dan bebas dari hama dan penyakit.

Setiap benih vanili varietas Alor yang diproduksi dan diedarkan harus disertifikasi oleh UPT Pengawasan dan Sertifikasi Benih (PSB) Provinsi NTT dan/atau Balai Besar Pembenihan dan Proteksi Tanaman Perkebunan (BBPPTP) Surabaya.

Pemilik kebun benih bertanggung jawab atas kebenaran mutu benih yang diproduksi dan diedarkan, dan melaporkan jumlah benih yang diedarkan kepadan instansi yang berwenang yaitu Direktorat Jenderal Perkebunan dan BBPPTP Surabaya.

UPT PSB Provinsi NTT/BBPPTP Surabaya diharapkan memberi bimbingan teknis terhadap pemilik kebun benih sumber vanili varietas Alor untuk memproduksi benih unggul. Dalam rangka menjamin kelangsungan produksi dan mutu, paling kurang setiap tahun sekali dilakukan evaluasi kelayakan secara berkala oleh UPT PSB Provinsi NTT/BBPPTP Surabaya.

Peredaran benih vanili varietas Alor diawasi oleh PBT yang berkedudukan di UPT Provinsi NTT/BBPPTP Surabaya. Penetapan kebun benih sumber vanili varietas Alor akan dicabut apabila kebun benih sumber tidak memenuhi standar teknis sesuai peraturan perundangan-undangan dan produsen benih tidak dapat memenuhi kewajiban.

Sebelumnya, Fredy Teda (Frederikus Teda Wea), pegiat vanili di Cianjur, Jawa Barat, telah melobi Kementrian Pertanian untuk mengadakan 17.500 benih vanili unggul (bersertifikat) bagi wilayah NTT. Benih unggul ini, kata personil TNI-AD (Kopassus) yang juga Danramil 03/Cibeber Kodim 0608/Cianjur itu, disediakan oleh penangkar benih vanili di Sumedang, Jawa Barat.

Sementara itu, Max Ogotan (Ketua Umum Asosiasi Petani Vanili Indonesia-Apvindo), mengatakan sesungguhnya vanili NTT, seperti vanili Alor, adalah terunggul di Indonesia. Kementrian Balitro sudah melakukan pemurnian vanili Alor karena memang yang terbaik mutunya.

Ketua Apvindo NTT (asosiasi petani vanili Indonesia), Fredy Amekae (Yosef Fernandes Amekae) sebelumnya mengatakan pihaknya sudah mengajukan wilayah Nagekeo sebagai pilot project budidaya vanili NTT kepada kementerian pertanian, dirjen perkebunan untuk tanaman rempah-rempah.