by

Kalla, Anies & Rizieq Shihab

-Profil-129 views

DEPOK (eNBe Indonesia) – Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla yang juga mantan Ketua Umum Partai Golkar membantah rumor yang menyebutkan dirinya memfasilitasi kembalinya Rizieq Shihab ke Indonesia. Bantahan datang dari Juru Bicara Kalla Husain Abdullah.

Husain Abdullah a.k.a Uceng, melalui artikel yang dimuat di Republika Online, Minggu (22/11), membantah rumor terkait kepulangan Rizieq. Husain mengatakan, Kalla tidak pernah mengkomunikasikan atau membiayai kepulangan Rizieq ke Indonesia. Dikatakannya, kunjungan Kalla ke Vatikan dan Arab Saudi sama sekali tidak ada hubungannya dengan Rizieq.

Uceng mengingatkan para buzzer agar tidak menyebarkan rumor dan tuduhan yang beredar. Menurut Husain, rumor dan tudingan yang dilontarkan terhadap Kalla bermula setelah Ferdinand Hutahean, mantan politikus Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), memposting di Twitter. Artikel yang ditulis pengamat sosial politik Rudi S. Kamri juga diduga berkontribusi. Anda bisa membaca pernyataan lengkap Husain di sini: https://republika.co.id/berita/qk6gj7440/penjelasan-jubir-jusuf-kalla-soal-isu-hrs.

Kalla mengunjungi Vatikan dan kemudian Arab Saudi pada 24 Oktober. Di Riyadh, Kalla bertemu dengan Sekretaris Jenderal Rabithah Alam Islamiyah atau Liga Muslim Dunia Mohammad Abdul Karim Al Issa. Kalla selaku Ketua Dewan Pembina Yayasan Museum Nabi Muhammad SAW membahas perkembangan museum Nabi Muhammad SAW di Jakarta, Indonesia. Ia menyaksikan penandatanganan kesepakatan pengembangan museum tersebut. Museum akan dibangun di Jakarta. Pembangunan museum tersebut merupakan salah satu proyek Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Setelah pertemuan di Riyadh, Kalla pergi ke Mekah untuk haji kecil.

Sementara itu, pada 4 November, Rizieq mengumumkan akan kembali ke Indonesia setelah tiga tahun mengasingkan diri di Arab Saudi. Rizieq dalam pengumumannya di kanal Youtube FPI Front TV mengatakan akan tiba di Indonesia pada 10 November. Menurut Rizieq, yang membantunya untuk kembali adalah anggota dan simpatisan FPI di Mekkah, bukan Pemerintah Indonesia. Memang, Rizieq sudah tiba di Indonesia pada 10 November lalu di Bandara Internasional Soekarno-Hatta.

Waktu kunjungan Kalla dan kepulangan Rizieq mencurigakan. Maka rumor mulai menyebar dan menghubungkan kedua peristiwa tersebut. Ada yang percaya rumor tersebut karena Rizieq memiliki hubungan baik dengan Anies. Dan Anies dekat dengan Kalla. Kalla dipercaya sebagai mentor politik dan tokoh pelindung Anies. Rizieq, seperti kita ketahui, juga merupakan pendukung Anies. Rizieq berkontribusi pada kebangkitan kelompok Muslim garis keras selama pemilihan gubernur Jakarta 2017 dengan mengadakan demonstrasi anti-Ahok. Demonstrasi anti-Ahok tersebut berpusat di sekitar kasus penistaan ‚Äč‚Äčagama yang melibatkan Gubernur Jakarta saat itu Basuki Tjahaja Purnama a.k.a Ahok. Ini membantu Anies memenangkan pemilihan gubernur Jakarta 2017.

Dalam pemilihan gubernur tersebut, Anies mengunjungi Markas Besar (Mabes) FPI pada 1 Januari 2017. Ia bertemu dengan Rizieq, dan keduanya saling bertukar pikiran. Anies kembali bertemu dengan Rizieq dalam acara yang digelar Tommy Soeharto di Masjid At-Tin di taman budaya Taman Mini Indonesia Indah (TMII) pada 11 Maret 2017.

Selanjutnya, pada malam kepulangan Rizieq, Anies bertemu dengan Rizieq di kediaman Rizieq di Petamburan, Tanah Abang, Jakarta Pusat. Anies bertemu dengan Rizieq tanpa menghiraukan fakta bahwa Rizieq harus menjalani karantina sendiri sebagaimana diatur dalam surat edaran Menteri Kesehatan Nomor HK.02.01 / MENKES / 332/2020.

Mungkin, kunjungan Kalla ke Saudi tidak ada hubungannya dengan kembalinya Rizieq. Kita mungkin tidak pernah tahu yang sebenarnya. Tapi yang jelas Anies dan Rizieq adalah sekutu, dan Anies sangat dekat dengan Kalla. Ada kemungkinan mereka bisa berkolaborasi dalam pemilihan gubernur Jakarta 2022, karena Anies akan mencoba memenangkan pemilihan di 2022. (yosefardi.com)

Comment

News Feed