by

MUI, Islam & Politik

-Profil-86 views

DEPOK (eNBe Indonesia) – Nahdlatul Ulama (NU), organisasi Muslim terbesar di Indonesia, mempertahankan kepemimpinan Majelis Ulama Indonesia (MUI) dengan Rais A’am (pemimpin tertinggi) KH Miftachul Akhyar sebagai Ketua MUI 2020-2025 yang baru. Menariknya, jajaran MUI yang baru memiliki politisi dan/atau mereka yang memiliki koneksi yang jelas dengan partai politik.

Lahir di Surabaya, Jawa Timur pada 1 Januari 1953, KH Miftachul Akhyar resmi disahkan oleh PBNU dalam pemilihan Pimpinan MUI. Kiai Miftah yang merupakan Ketua Pesantren Miftachus Sunnah di kampung halamannya di Surabaya, terpilih sebagai ketua menggantikan Wakil Presiden Ma’ruf Amin. Sebelumnya, Miftah juga menggantikan Ma’ruf Amin sebagai Rais A’am PBNU setelah sebelumnya mencalonkan diri pada Pilpres 2019 sebagai cawapres Presiden Joko “Jokowi” Widodo. Inilah alasan mengapa banyak yang percaya bahwa Miftah memiliki hubungan dekat dengan Wapres Ma’ruf, dan mengapa dia memenangkan kursi ketua MUI. Di artikel sebelumnya, kami menyebutkan bahwa wakil presiden Ma’ruf Amin akan memainkan peran penting dalam menentukan siapa yang akan dipilih sebagai penggantinya.

Dengan terpilihnya Miftah, MUI mengulangi sejarahnya yang mengabaikan tradisi rotasi, di mana kepemimpinan Miftah akan dipegang oleh NU atau Muhammadiyah, organisasi Islam terbesar kedua di negeri ini. Ma’ruf dari NU, sedangkan pendahulunya Din Syamsuddin dari Muhammadiyah. Lima mantan ketua MUI lainnya juga NU atau Muhammadiyah, yaitu Buya Hamka, ketua MUI (Muhammadiyah) pertama; Syukri Ghozali (NU); Hasan Basri (Muhammadiyah); Ali Yafie (NU); dan Sahal Mahfudz (NU). Namun ada kalanya tradisi rotasi tidak diterapkan. Saat itu, alih-alih mengangkat seseorang dari Muhammadiyah, Sahal Mahfudz terpilih sebagai penerus Ali Yafie. Baik Sahal dan Ali adalah pemimpin kunci NU. Sahal bahkan memimpin MUI selama tiga periode berturut-turut. Hari ini, sejarah berulang.

Dalam jajaran baru MUI 2020-2025, Miftachul Akhyar dibantu oleh tiga orang wakil ketua yang mewakili tiga ormas besar di Tanah Air, yakni Marsudi Syuhud (NU), Anwar Abbas (Muhammadiyah), dan Basri Bermanda (Persatuan Tarbiyah Islamiyah/PERTI).

Pemimpin Muhammadiyah lainnya, Amirsyah Tambunan, mendapat posisi sekretaris jenderal MUI. Amirsyah dibantu oleh 14 wakil sekretaris jenderal, termasuk mantan komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Valina Singka Subekti yang juga dosen politik di Universitas Indonesia (UI).

Sementara itu, posisi bendahara diberikan kepada Misbahul Ulum (NU). Misbahul pada periode sebelumnya menjabat sebagai Wakil Sekretaris Jenderal MUI. Sebagai bendahara MUI, Misbahul dibantu oleh lima orang wakil bendahara.

Misbahul pernah menjadi bagian dari tim kampanye nasional Jokowi-Ma’ruf pada Pilpres 2019. Dia adalah wakil direktur jejaring dan mobilisasi tim kampanye nasional Jokowi-Ma’ruf. Dia juga ketua dari apa yang disebut sebagai Relawan Milenial Jokowi-Ma’ruf, salah satu kelompok relawan yang mendukung Jokowi-Ma’ruf di pemilu 2019.

Wakil Presiden Ma’ruf Amin sendiri mendapat posisi sebagai Ketua Dewan Pertimbangan MUI. Ada politisi dan/atau yang punya koneksi jelas dengan partai politik di Dewan Pertimbangan MUI. Salah satunya adalah mantan Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan yang juga merupakan tokoh kunci partai oposisi dan Partai Islam PKS. Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Hamdan Zoelva yang merupakan mantan Ketua Umum Partai Islam PBB, dan mantan Ketua MK Jimly Asshiddiqie, yang kini menjadi anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD), juga ikut serta Dewan Pertimbangan MUI.

Terakhir, ada Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid Sa’adi, politikus Partai Islam PPP, di Dewan Pertimbangan. Sebelum menjadi Wakil Menteri Agama di bawah pemerintahan Jokowi, Zainut adalah anggota parlemen dari Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Ia menjabat selama empat periode berturut-turut (1999-2019). Ia juga menjabat sebagai wakil ketua MUI.

Masuknya banyak politisi dalam barisan baru MUI bukanlah hal yang mengejutkan. Di Indonesia, ormas Islam bukan sekadar ormas keagamaan. Mereka memiliki nilai strategis dalam bisnis dan politik. (yosefardi.com)

Comment

News Feed