by

Pilkada Kota Depok: Perempuan bukan kaum fatalis

-Politik-381 views

DEPOK (eNBe Indonesia) – Perempuan Katolik, terutama kelompok Wanita Katolik RI (WKRI), telah menanam sebuah kesadaran baru bahwa perempuan lebih bisa menentukan pemimpin negara dan bangsa secara jujur dan selaras hati nurani, tidak terkontaminasi kepentingan politik sekelompok elit masrayakat.

Kundarti Darti

Dalam konteks pemilihan kepala daerah (pilkada) Kota Depok pada 9 Desember 2020 ini, Kundarti Darti, koordinator WKRI Dekenat utara, Keuskupan Bogor, menegaskan bahwa wanita Katolik akan cerdas memilih dengan hati nurani, sebagai perwujudan seorang wanita Katolik sejati.

“Mari kita bertanggung jawab atas keberlangsungan kehidupan berbangsa dan bernegara, dengan menentukan pilihan sesuai hati nurani berlandaskan iman Kristiani dan menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan dan semangat kesatuan dan persatuan demi kepentingan masyarakat,” ujar Presidium WKRI DPD Bogor, Agustina Feria, dalam acara webinar pada 15 November 2020 lalu.

Webinar bertema “Peran penting perempuan dan difabel dalam politik praktis” itu dipimpin dua moderator, Aurelia Rani dan Christina Titien, dan menampilkan dua narasumber (gembala), RD Jimy Rampengan dan RD Nanang (Agustinus Wimbodo Purnomo). Romo Jimmy Rampengan adalah pastor paroki Santo Matheus Depok juga romo penasihat rohani WKRI Bogor.

Agustina Feria

Christina Titien menggugah peserta webinar untuk manfaatkan 1 menit di TPS agar bisa menentukan Kota Depok dan perkembangannya lima tahun ke depan, terutama perbaikan bagi pembangunan sarana prasarana, pasar murah dan bersih, pelayanan kesehatan, pembangunan gedung sekolah, kebijakan tentang anak-anak sekolah, taman-taman bermain, ruang hijau, gedung olahraga, perlindungan wanita dan juga kepedulian kepada kaum difabel.

Sementara Aurelia Rani meyakinkan anggota webinar untuk tidak takut ke TPS, karena muncul kekuatiran adanya kluster baru covid. Pemerintah sudah menjamin penerapan protokol kesehatan secara ketat di TPS dengan 12 langkah protokol, termasuk bilik khusus TPS bagi pemilih dengan suhu badan diperbolehkan 37,3 derajat.

RD Jimmy Rampengan menandaskan bahwa Pilkada Kota Depok menjadi permenungan sangat baik bagi umat yang sedang gelisah, bahwa wanita Katolik dan kaum difabel wajib memberi suara untuk sebuah perubahan. Meski golput bukan dosa, demikian RD Jimmy, wanita Katolik bisa tetap cerdas ambil bagian dalam menentukan kehidupan bersama dan membangun masyarakat di Kota Depok.

RD Jimmy Rampengan

“Politik itu wahana yang baik untuk membangun terciptanya kesejahteraan (bonum commune) atau keadilan. Warga negara, termasuk wanita Katolik, adalah agen perubahan, maka harus ikut aktif berpolitik, memilih pemimpin, pemimpin yang baik, yang nasionalis, pancasilais,” ujar RD Jimmy.

Wanita dan kaum difabel bukan masyarakat kelas 2. “Maka kita mesti terus belajar agar tidak tertinggal atau ditinggalkan. Jangan masa bodoh, mari bangun kesadaran ke depan, sebagai warga negara harus aktif dan menjadi agen perubahan,” pinta RD Jimmy.

RD Nanang (Agustinus Wimbodo Purnomo) justru yakin wanita Katolik adalah sosok-sosok perempuan hebat, seperti perempuan hebat dan sudah berperan sejak jaman Yesus. “Pertama mengetahui Yesus bangkit adalah perempuan, maka itu perempuan perannya sentral dan unik sejak jaman dulu, mesti terus digaungkan hingga sekarang,” ujarnya.

RD Agustinus Wimbodo Purnomo

RD Nanang menegaskan agar wanita Katolik bukanlah kaum fatalis, yang pasrah, hopeless, lalu memilih golput. “Ini panggilan tugas bagi orang Katolik, berkaitan dengan talenta, maka tentukan hak pilih. Ini punya efek sangat besar, karena peran kita sangat penting. Niat kita, kehadiran kita, sangat menentukan dan ini perwujudan 100% beriman dan bernegara.”

RD Nanang berharap wanita Katolik dan difabel bisa menjadi orang yang menyalakan terang, yang memberi harapan, dengan memilih pemimpin yang memiliki rekam jejak baik, berintegritas, memiliki komitmen kejujuran terkait korupsi, narkoba, berbagai penyelewengan, komitmen pada kebhinekaan, pluralitas, keberpihakan pada kelompok kecil, miskin, dan terpinggirkan, juga komitmen pada isu-isu lingkungan.

 

Comment

News Feed