by

Reuni PA 212 & Pilpres 2024

-Profil-219 views

DEPOK (eNBe Indonesia) – PA 212, kelompok Muslim garis keras di mana Rizieq Shihab menjabat sebagai pemimpin tertingginya, mengadakan acara reuni virtual 212 pada 2 Desember. Mantan Panglima TNI (pensiunan) Gatot Nurmantyo dan para pemimpin penting lainnya dari Koalisi untuk Menyelamatkan Indonesia (KAMI) juga hadir dalam acara tersebut. Para peserta antara lain membicarakan soal pemilihan presiden 2024.

Reuni virtual 212 disiarkan di Front TV, saluran Youtube kelompok Muslim garis keras FPI Rizieq. Acara yang diadakan setiap tahun untuk memperingati unjuk rasa besar-besaran anti-Ahok yang digelar pada 2 Desember 2016. Tokoh kunci KAMI seperti Gatot Nurmantyo, Rocky Gerung, dan Refly Harun hadir dalam acara tersebut. Amien Rais, Fadli Zon dari Gerindra, dan Mardani Ali Sera dari PKS juga hadir. Kehadiran tokoh-tokoh penting tersebut tidak mengherankan mengingat mereka ikut serta dalam gerakan 212 dan/atau mendukung gerakan tersebut.

Selain faktor sejarah, tokoh-tokoh penting tersebut termasuk yang memiliki ketertarikan pada Rizieq terkait tahun 2024. Mereka kemungkinan akan bergabung untuk pemilihan presiden 2024. Amien Rais secara khusus telah meminta Rizieq bergabung dengan parpol barunya. Amien, sebagaimana kita ketahui, sedang mempersiapkan sebagian dari Partai Amanat Nasional menuju pembentukan partai politik baru bernama Partai Umat (Partai Ummah).

FPI Rizieq, kini menjadi bagian KAMI, kelompok oposisi yang dipimpin Gatot. Ketua FPI Sobri Lubis adalah pendiri KAMI bersama Gatot dan banyak tokoh terkenal lainnya. Anggota dan pendukung FPI juga hadir dalam acara deklarasi KAMI yang diadakan di Tugu Proklamasi (Monumen Proklamasi) di Menteng, Jakarta Pusat pada 18 Agustus 2020.

Adapun Fadli Zon, ada yang menilai kehadiran Zon dalam acara tersebut sebagai cara untuk menjaga hubungan baik antara Gerindra dan Rizieq, mengingat Rizieq adalah pendukung Prabowo Subianto di Pilpres 2019. Zon adalah satu dari sekian tokoh terkenal yang mengunjungi kediaman Rizieq di Petamburan, Tanah Abang, Jakarta Pusat saat kembali dari Arab Saudi. Tapi kita belum tahu apakah Prabowo Subianto memberikan restu kepada Zon untuk menghadiri acara tersebut.

Bisa dipahami mengapa para tokoh, termasuk Gatot, berusaha untuk tetap dekat dengan Rizieq. Mereka yakin Rizieq berpotensi menjadi magnet untuk menarik dan menggerakkan ribuan pendukungnya. Memang kita lihat, saat Rizieq tiba di Bandara Internasional Soekarno-Hatta pada 10 November lalu, ribuan pendukungnya menyambut kedatangannya, sekaligus melumpuhkan bandara. Mereka mungkin percaya bahwa bergaul dengan Rizieq dan kelompok garis kerasnya dapat meningkatkan profil mereka, atau setidaknya mereka dapat memperoleh dukungan dari Rizieq dan kelompok garis kerasnya.

Tapi mengasosiasikan diri dengan Rizieq dan kelompok garis kerasnya bisa menjadi bumerang. Mereka bisa kehilangan dukungan dari kelompok Islam yang lebih moderat di negara ini seperti Nahdlatul Ulama (NU), yang merupakan organisasi Muslim terbesar di negara tersebut. Dibandingkan NU, ukuran kelompok garis keras Rizieq tidak signifikan. (yosefardi.com)

Comment

News Feed