by

Pilkada Kota Depok: Mengapa orang Kristiani alergi?

-Politik-455 views

DEPOK (eNBe Indonesia) – Belakangan ini Gereja Katolik aktif mendorong umat untuk mendukung negara dalam menyukseskan pesta demokrasi (Pilpres, Pilkada, Pileg), agar terlibat mencari dan menentukan pemimpin yang terbaik, entah itu presiden dan wakil presiden, gubernur, bupati/walikota, berikut anggota legislatif (DPR).

Yohanes Ari Nurcahyo

Komisi Kerasulan Awam (Kerawam) Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) membantu umat dengan menerbitkan buku pedoman atau surat gembala (seruan moral) untuk Pemilu, demikian Keuskupan Bogor yang menerbitkan buku pendampingan bagi umat.

Sayangnya, kesadaran dan partisipasi umat Katolik tetap saja rendah, sementara sebagian besar umat Katolik masih memandang politik itu kotor. Segelintir umat bahkan bertanya mengapa gereja, pimpinan gereja begitu aktif mendorong umat berpartisipasi dalam pilkada Kota Depok misalnya.

Yohanes Ari Nurcahyo, Wakil Kerawam Keuskupan Bogor, menegaskan gereja dan pimpinan gereja (imam, biarawan) mendorong umat terlibat aktif di dalam pemilu karena gereja memandang politik itu untuk kebaikan bersama (bonum commune). “Umat Katolik diam bukan jamannya lagi, dan Kerawan Dekenat Utara Keuskupan Bogor fokus mengonsolidasi suara umat, membangun kesadaran dan partisipasi umat, juga menumbuhkan militansi umat.”

Sejak pertengahan November 2020, Kerawam Dekenat Utara dan aktivis Katolik, bekerja sama dengan FKKUKD (Forum Komunikasi dan Kerja Sama Umat Kristiani Depok), telah melakukan beberapa kegiatan seperti Rosario untuk Bangsa, webinar Gembala Menyapa (serial), silahturahmi dan audensi dengan pasangan calon (paslon) Walikota/Wakil Walikota, juga sosialisasi Pilkada Kota Depok oleh KPU dan Bawaslu.

RD Dionysius Adi Tejo Saputro

RD Dionysius Adi Tejo Saputro, Ketua Komisi Kerawam Keuskupan Bogor, yang juga Pastor Paroki Santo Thomas Kelapa Dua, Depok, menegaskan bahwa umat Kristiani (kaum awam) memiliki kewajiban moral dan terikat kewajiban khusus (Hukum Gereja Katolik, Kanon 225 paragraf 2) untuk meresapi dan menyempurnakan dunia dengan semangat Injili, memenuhi tugas-tugas keduniaan berarti memberi kesaksian tentang Kristus.

“Gereja terlibat dalam karya kerasulan awam, sepenuhnya untuk menghadirkan identitas kita, dan warna terang dan garam itu harus dirasakan semua orang di tempat kita berada. Ini bagian dari cara merasul. Hendaknya umat tidak apatis, kita terpanggil menemukan dalam kegelapan ada sedikit terang yang boleh kita harapkan (prinsip minus malum),” ujar RD Dion dalam webinar Gembala Menyapa bertopik “Pandangan Gereja tentang Politik” pertengahan bulan lalu.

“Kita minoritas kecil, tapi semoga menjadi rahmat. Jangan sampai dian yang menyala itu disembunyikan. Mari beri atensi, dan harapan gereja jangan sampai kita menjadi golput. Bapak Uskup sendiri turut memberi dukungan moral,” pinta RD Dion.

Pdt. James Burnama, M.Th juga menyerukan umat Kristiani di Kota Depok untuk menggunakan hak pilih, bentuk memberi kesaksian hidup atas ketaatan kepada pemerintah yang menyelenggarakan pemilu.

Wujud Tertinggi Cinta Kasih

P. Agustinus Anton Widarto OFM, pastor Paroki Santo Paulus Depok, menggambarkan politik (pilkada) sebagai wujud tertinggi cinta kasih karena dengan politik masyarakat dapat terbebas dari belenggu kemiskinan, hak-hak dan kewajiban asasi masyarakat terjamin, angka penggangguran dan kriminalitas menurun, orang dapat beribadah dengan tenang dan damai dan masih banyak hal baik lainnya.

Pdt. James Burnama, M.Th

“Partisipasi warga gereja dalam berpolitik menjadi suara bagi dunia (nota pastoral KWI tahun 2018). Gereja dipanggil untuk menjadi tanda perekat dan pemersatu, dengan memperjuangkan perwujudan nilai-nilai Pancasila sebagai spirit dasar dan pedoman etis-moral bagi kehidupan berbangsa dan bernegara,” ujar Pater Anton dalam webinar Gembala Menyapa bertema Demokrasi dan Hak Sipil, Hak untuk Memilih dan Dipilih” pada 22 November lalu.

Gereja Katolik, lanjut Pater Anton, diharapkan selalu terbuka terhadap kehidupan politik, turut menciptakan dan mengembangkan kehidupan bersama yang damai, tentram, maju, aman, sejahtera. Yesus sendiri menghendaki agar orang-orang yang percaya dan beriman kepada-Nya untuk berlaku bijak sebagai warga negara dan warga agama.

“Berikanlah kepada Kaisar apa yang wajib kamu berikan kepada kaisar dan kepada Allah apa yang kamu wajib berikan kepada Allah.” (Mat.22:21). Yesus juga mengutus para murid-Nya agar hidup mereka berguna dan bermanfaat untuk orang lain dengan menjadi garam dan terang dunia (Mat.5:13-16).

Pdt. Lie Nie Kie S.Th.

Sementara itu Pdt. Lie Nie Kie S.Th. menandaskan umat Kristiani di Kota Depok harus terpanggil untuk menjadi garam dan terang, juga berkat bagi sesama (Matius 5:13, 16). “Benar kekuasaan itu cenderung korup, karena itu penting keberadaan orang-orang yang baik dan jujur dalam kekuasaan politik untuk mendatangkan keadilan dan kebaikan untuk seluruh masyarakat. Kita harus mencegah munculnya pemimpin-pemimpin yang buruk,” pintanya.

Mulai besok (6 Desember 2020), Pilkada Kota Depok sudah memasuki masa tenang, artinya tidak ada lagi hingar bingar politik. Begitupun setiap umat Kristiani tidak lagi alergi, karena gereja, pimpinan gereja, aktivis Katolik sudah bergerak, paling tidak umat Kristiani tidak lagi dihantui oleh pemikiran-pemikiran klasik.

Comment

News Feed