by

Penangkapan Mensos Juliari & Resuffle Kabinet

-Nasional-222 views

DEPOK (eNBe Indonesia) – Tak sampai dua pekan setelah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap Menteri Kelautan & Perikanan Edhy Prabowo, KPK menetapkan Menteri Sosial Juliari P Batubara sebagai tersangka korupsi terkait dana bantuan sosial (Bansos) COVID-19. Juliari ditahan pada Minggu (6 Desember) setelah operasi tangkap tangan yang diadakan sehari sebelumnya. Juliari juga wakil bendahara PDIP. Tekanan terhadap Presiden Joko “Jokowi” Widodo meningkat untuk melakukan perombakan kabinet.

Ada yang berspekulasi bahwa gerakan KPK digunakan untuk lebih menekan Presiden Jokowi agar merombak kabinetnya. Memang, beberapa pihak telah mendorong Presiden ke arah itu. Wakil Ketua Dewan Pertimbangan Partai Gerindra Fadli Zon, misalnya, mengatakan sudah saatnya Presiden melakukan perubahan. Menariknya, Zon adalah salah satu nama yang disebut-sebut sebagai calon pengganti Edhy Prabowo (yang juga anggota Gerindra) di kabinet.

Konon, belajar dari masa jabatan pertamanya, Jokowi dapat melakukan resuffle kabinet secara lebih luas. Saat itu, dua menterinya ditetapkan sebagai tersangka dan menjadi terpidana korupsi. Kedua menteri tersebut adalah mantan Menteri Sosial Idrus Marham yang juga merupakan politikus Partai Golkar, dan mantan Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi yang juga merupakan politikus PKB. Saat itu, Jokowi segera menunjuk satu lagi politikus Golkar Agus Gumiwang Kartasasmita untuk mengisi posisi Menteri Sosial dan satu lagi politikus PKB Hanif Dhakiri, saat itu juga Menteri Tenaga Kerja, sebagai Menteri Pemuda & Olahraga Ad Interim menggantikan Imam. Namunperombakan besar-besaran tidak terjadi.

Berbeda dengan masa jabatan pertamanya, Jokowi belum menunjuk pengganti pasti Edhy Prabowo dan Juliari Batubara. Jokowi menunjuk Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Penanaman Modal (Purn.) Luhut Binsar Pandjaitan sebagai Menteri Kelautan & Perikanan. Kemudian ia menggantikan Luhut dengan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo sebagai Menteri Kelautan & Perikanan Ad-Interim yang baru. Untuk menggantikan Juliari, Jokowi menunjuk Menteri Koordinator Pembangunan Manusia & Kebudayaan Muhadjir Effendy sebagai Menteri Sosial Sementara.

Beberapa percaya bahwa pengganti yang pasti akan segera ditunjuk . Jokowi mungkin sedang menunggu waktu terbaik untuk melakukannya, mengingat kompleksitas proses dan implikasi perombakan kabinet yang lebih luas terhadap koalisi yang berkuasa. Jokowi mungkin ingin memastikan bahwa perombakan kabinet yang lebih luas tidak hanya akan meningkatkan kinerja kabinet, tetapi juga menjaga persatuan koalisi yang berkuasa dan stabilitas politik nasional. Bagaimanapun, Negara ini masih berjuang untuk mengendalikan pandemi. Ketegangan belakangan ini yang dipicu oleh Rizieq Shihab dan kelompok Muslim garis keras FPI, serta potensi ancaman keamanan baru-baru ini di Papua dan Sulawesi, juga harus diperhitungkan. (yosefardi.com)

Comment

News Feed