by

Konflik Polri vs FPI: Implikasi?

-Nasional-279 views

DEPOK (eNBe Indonesia) – Enam dari sepuluh pengawal Rizieq Shihab, pemimpin tertinggi kelompok garis keras FPI, ditembak mati pada Senin (7/12) setelah diduga menyerang Polri di tol Jakarta-Cikampek (Japek). Polisi masih memburu empat pengawal lainnya.

Berbicara dalam jumpa pers kemarin, Kapolda Metro Jaya Insp. Jenderal Muhammad Fadil Imran mengatakan, pihaknya telah mengerahkan tim yang terdiri dari enam personel untuk membuntuti kendaraan milik pendukung Rizieq menyusul informasi rencana FPI mengganggu pemeriksaan Rizieq. Rizieq dijadwalkan diperiksa di Markas Polda Metro Jaya pada Senin pagi. Fadil mengatakan, pendukung Rizieq di kendaraan tersebut memperhatikan bahwa mereka sedang dibuntuti. Mereka kemudian menyerang Polisi dengan pistol dan senjata tajam. Jadi polisi menembak mati enam dari sepuluh pendukung Rizieq.

Fadil mengatakan, polisi masih memburu empat pendukung Rizieq lainnya. Dia mengatakan, polisi telah mengidentifikasi sepuluh orang tersebut sebagai anggota Laskar Khusus (unit paramiliter khusus) FPI. Fadil, lebih lanjut, meminta Rizieq dan pendukungnya untuk tidak mengganggu proses penyidikan dan menjawab himbauan polisi untuk dimintai keterangan. Dalam jumpa pers tersebut, Polri juga memperlihatkan beberapa barang bukti berupa dua pistol, 17 peluru, satu katana, satu klewang, satu tombak besi, dan satu arit. Pangdam Jaya Mayjen Dudung Abdurachman yang juga hadir dalam jumpa pers tersebut menyatakan, TNI akan mendukung penuh Polri.

Menanggapi kepolisian, Ketua FPI Ahmad Sobri Lubis dan Sekjennya Munarman memberikan kronologi kejadian yang berbeda terkait peristiwa di tol Japek. Mereka mengatakan pembunuhan enam anggota Laskar FPI adalah pelanggaran HAM. Mereka akan melaporkan kejadian tersebut ke Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM).

Ketegangan antara FPI Rizieq dan Polri memanas beberapa hari terakhir setelah polisi memanggil Rizieq untuk dimintai keterangan. Rizieq akan diperiksa pada 7 Desember terkait dugaan pelanggaran protokol kesehatan dalam dan terkait tes usap kontroversial Rizieq di RS UMMI Bogor. Panggilan kedua dari Polri itu setelah Rizieq gagal menjawab panggilan pertama. Polisi mendapat perlawanan ketika menyampaikan surat panggilan pertama. Laskar FPI telah memblokade jalan menuju kediaman Rizieq.

Belum ada keterangan atas kejadian di tol Japek dari mereka yang dikenal dekat dengan Rizieq seperti Gubernur Jakarta Anies Baswedan, mantan Panglima TNI Jenderal (Purn.) Gatot Nurmantyo, dan pendiri PAN dan Partai Ummah (Partai Ummah) Amien Rais. Gubernur Anies yang dikenal sangat dekat dengan mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla merupakan sekutu dekat Rizieq. Sedangkan Gatot adalah ketua presidium yang disebut Koalisi Penyelamatan Indonesia (KAMI). FPI Rizieq, seperti kita ketahui, kini menjadi bagian KAMI, kelompok oposisi yang dipimpin Gatot. Ketua FPI Sobri Lubis adalah pendiri KAMI bersama Gatot dan banyak tokoh terkenal lainnya. Anggota dan pendukung FPI juga hadir pada acara deklarasi KAMI pada 18 Agustus 2020.

Satu-satunya tokoh penting yang dekat dengan Rizieq yang membuat pernyataan adalah Fadli Zon, Wakil Ketua Dewan Pertimbangan Partai Gerindra Prabowo Subianto. Zon, dalam akun Twitter pribadinya, mendesak dibentuknya Tim Pencari Fakta (TPF) untuk mengungkap apa yang disebutnya sebagai pelanggaran HAM atas pembunuhan enam anggota FPI.

Tidak diragukan lagi bahwa insiden tersebut akan semakin meningkatkan ketegangan. Menarik untuk melihat apakah perkembangan ini juga akan mempengaruhi suksesi di Polri dan TNI. Seperti yang kita semua tahu, Insp. Jenderal Fadil Imran telah muncul sebagai calon Kapolri baru. Fadil dikenal sebagai polisi yang tidak masuk akal, terutama bagi preman dan mafia mengingat reputasi dan rekam jejaknya sebagai orang yang membongkar sindikat Saracen. Dia juga mengirim pemimpin geng terkenal Hercules Rosario Marshal ke penjara. (yosefardi.com)

Comment

News Feed