by

Nagekeo 14 Tahun: Belum banyak berubah, mesti perubahan mulai ada

-Profil-118 views

DEPOK (eNBe Indonesia) – Hari ini Kabupaten Nagekeo memasuki usia ke-14, tapi bukan momentum yang tepat untuk mengukur perkembangan kabupaten ini secara obyektif lantaran terhentinya seluruh program pembangunan di semua sektor akibat pandemi covid-19.

Perhatian pemerintah Nagekeo sepanjang tahun ini tentu fokus pada pengendalian dan pencegahan wabah corona, dan masyarakat tidak mendapat dukungan penuh dari pemerintah untuk bisa survive (bertahan hidup) akibat tekanan ekonomi, buntut dari terhentinya kegiatan ekonomi.

Pemerintah Nagekeo melalui Dinas Sosial sudah menyalurkan bantuan sosial bagi kelompok masyarakat paling terdampak, namun belum mampu membantu pelajar dan mahasiswa sebagaimana dilakukan pemerintah daerah (pemda) yang lain di Flores.

Pandemi covid mungkin masih berlanjut tahun depan, tapi pemerintah diharapkan tidak tinggal diam untuk memberdayakan kemampuan dan potensi lokal, agar ekonomi tetap bisa digerakkan untuk tumbuh, daya beli masyarakat ditingkatkan, lapangan kerja pun diciptakan untuk menyerap tenaga kerja.

Tampaknya, dua tahun pemerintahan Bupati Johanes Don Bosco Do dan Wakil Bupati Marianus Waja belum memberikan harapan bagi investasi di Nagekeo, sektor yang akan banyak menyerap tenaga kerja dan memberi manfaat ekonomi bagi masyarakat untuk jangka panjang.

Komitmen pemerintah saat ini untuk membangun sektor pertanian dan pariwisata tentu didukung penuh, namun pemerintah mesti juga serius membuka jalan bagi masuknya investasi karena akan menjamin ketahanan ekonomi di masa datang.

Pemerintah pusat tentu berharap proyek waduk Lambo bernilai triliunan itu bisa terwujud, dan investasi garam lebih maksimal. Dukungan pemerintah untuk koperasi mesti ditingkatkan lagi karena koperasi lebih bertahan di masa sulit atau krisis, maka butuh dukungan pendanaan agar kegiatan simpan pinjam tidak terhenti. Jumlah koperasi di Nagekeo melampaui 100 unit, dengan anggota per koperasi berkisar 50-100 orang.

Sementara hal-hal positif yang telah dilakukan Bupati Don dan Wakil Bupati Marianus pantas diberi apresiasi, seperti pelayanan rumah sakit dan kesehatan yang meningkat. Sumber eNBe Indonesia di Nagekeo mengatakan Rumah Sakit Aeramo sudah jadi magnet bagi banyak pasien dari Manggarai, Ngada, Ende karena fasilitas dan laboratorium yang lebih bagus.

Kegiatan perdagangan di pasar sudah lebih tertata dan bersih setelah pemerintah menghadirkan beberapa bangunan pasar yang lebih baik. Kegiatan pertanian mendapat dukungan peralatan yang lebih moderen, berikut pemanfaatan lahan kering. Pemerintah Nagekeo juga memberi perhatian pada harga-harga komoditi terutama vanili dan cengkeh melalui beberapa kebijakan harga dan pemasaran, termasuk kebun benih vanili sebagai pusat untuk NTT, dicanangkan oleh Kementerian Pertanian.

Comment

News Feed