by

Vaksin Covid-19: Ekonomi akan pulih?

-Nasional-156 views

DEPOK (eNBe Indonesia) – Lebih dari satu juta dosis vaksin dari China’s Sinovac tiba pada 6 Desember 2020. Ini adalah bagian dari 3 juta dosis pengiriman Tahap I. Namun Presiden Jokowi menegaskan, langkah-langkah yang harus diambil masih harus diambil sebelum program vaksinasi bisa dimulai.

Tiga juta dosis vaksin tidak cukup untuk vaksinasi skala besar, terutama jika tujuannya adalah untuk memutus siklus infeksi. Agar kekebalan berkembang, program imunisasi harus mencakup 70% dari populasi sasaran. Menteri Retno, bagaimanapun, memberikan jaminan bahwa Pemerintah sedang bekerja untuk mengamankan lebih banyak dosis. Ia berbicara tentang upaya Indonesia untuk mendapatkan vaksin dari fasilitas COVAX yang berada di bawah koordinasi Gavi, Vaccine Alliance, Koalisi untuk Inovasi Kesiapsiagaan Epidemi (CEPI), dan WHO. Kementerian Kesehatan Indonesia mengirimkan permintaan dosis vaksin lebih awal hari ini sesuai tenggat waktu aplikasi.

Dosis vaksin Sinovac yang tiba pada hari Minggu disimpan di Biofarma. Pihak berwenang sedang memeriksa kondisi vaksin untuk Laporan Kedatangan Vaksin. Setiap cacat akan ditemukan dan dilaporkan. Produsen wajib mengganti dosis yang salah. Menteri Kesehatan Terawan mengatakan langkah selanjutnya adalah menunggu Emergency Authorization Use (EAU) BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan).

Setelah EAU diterbitkan, Biofarma akan mengirimkan dosis vaksin tersebut ke Dinas Kesehatan di masing-masing provinsi untuk diteruskan ke daerah. Beruntung bagi Indonesia, vaksin Sinovac tidak memerlukan fasilitas penyimpanan dingin yang canggih, karena dapat disimpan di lemari es normal dengan suhu 2-8 derajat celsius dan dapat tetap stabil hingga tiga tahun. Sebagai perbandingan, vaksin Pfizer harus diangkut dan disimpan pada suhu -70 derajat celsius; itu hanya dapat bertahan lima hari dalam suhu lemari es normal.

Saat ini, Satgas Mitigasi COVID-19 Indonesia (Satgas Covid) melaporkan 5.754 kasus baru pada Senin (7/12), lebih rendah dari 6.089 kasus baru pada hari sebelumnya. Dengan 4431 dilaporkan sembuh dan 127 meninggal, jumlah kasus aktif untuk 7 Desember adalah 84.481, naik dari 83.285 pada Minggu (6/12). Sementara jumlah kasus suspect secara nasional sebanyak 72.986.

Ekonomi pulih?

Investor, terutama asing, menyambut baik ketersediaan vaksin pandemi COVID-19, kemudian agresif membeli saham lokal pada Senin (7/12). Nilai tukar rupiah juga menguat menjadi Rp14.135 terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Vaksin ini menjadi momentum pemulihan sektor-sektor yang dilanda pandemi COVID-19 sejak Maret 2020, seperti rumah sakit, konstruksi, transportasi, operator mal, bioskop, dan jaringan ritel.

Dengan vaksin tersebut, pemulihan ekonomi nasional akan dipercepat yang didukung oleh faktor-faktor lain, antara lain konsumsi rumah tangga yang diperkirakan akan membaik dan investasi yang tumbuh didukung oleh UU Cipta Kerja. Dunia usaha akan mengantisipasi peningkatan permintaan dan daya beli masyarakat dengan meningkatkan kapasitas dan aktivitas produksi serta menyerap lebih banyak tenaga kerja.

Sementara itu, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan Kementerian Kesehatan telah mengeluarkan dana Rp637,3 miliar untuk penyediaan vaksin. Pemerintah mengalokasikan Rp35,1 triliun untuk pengadaan vaksin Sinovac (3 juta dosis) dan Cansino (100.000 dosis) tahun ini. Pada tahun 2021, Pemerintah menargetkan belanja program kesehatan sebesar Rp169,7 triliun, di mana Rp60,5 triliun untuk penanganan pandemi COVID-19.

Bank Indonesia (BI) optimistis pemulihan ekonomi nasional pada 2021 dapat terwujud dengan memperkuat sinergi melalui prasyarat dan lima strategi. Prasyaratnya adalah vaksinasi disertai disiplin mengikuti protokol COVID-19.

Presiden Joko Widodo menegaskan bahwa pelaksanaan protokol kesehatan harus dilakukan dengan disiplin dan kewaspadaan terus menerus agar tidak ada gelombang kedua pandemi yang merugikan upaya dan pengorbanan yang telah dilakukan.

Comment

News Feed