by

Beni Raga: CV Indo Bambu beroperasi 15 tahun? Presiden Jokowi dukung penuh

-Profil-202 views

Laporan Rus Goa

NAGEKEO (eNBe Indonesia) – Pemerintah Kabupaten Nagekeo Flores, propinsi NTT, belum optimal mendukung sektor industri, terutama pengolahan hasil hutan bambu, padahal potensi hasil hutan ini sangat besar. Untuk wilayah NTT, hutan bambu paling luas berada di wilayah kabupaten Nagekeo dan Ngada.

CV Indo Bambu milik PT Indo Bambu Lestari yang beroperasi di Desa Aewoe, Kecamatan Mauponggo, bisa memberi gambaran tentang minimnya dukungan pemerintah daerah (pemda) Nagekeo. CV Indo Bambu sebagai entitas bisnis atau perusahaan membayar ke kas negara setiap tahun karena memanfaatkan lahan milik kementerian perhubungan di Aewoe, tapi sayang operasional Indo Bambu tidak lancar untuk tidak mengatakan megap-megap.

Phelipus Beni(sius) Raga

Pejabat Kepala Desa Aewoe Phelipus Beni(sius) Raga mengaku bangga dengan kehadiran CV Indo Bambu karena perusahaan ini membantu menyerap hampir 70% tenaga kerja di wilayah desanya. “Meski saat ini Indo Bambu belum optimal beroperasi, tapi kehadirannya telah memberi manfaat ekonomi bagi masyarakat saya, dan saya wajib mengakomodir upaya-upaya pemerintah untuk mendukung Indo Bambu,” ujarnya kepada Redaksi eNBe Indonesia kemarin (17/12).

CV Indo Bambu saat ini mempekerjakan sekitar 80 karyawan, namun tahun ini tidak beroperasi akibat wabah virus corona (covid-19). Setelah mendapat dukungan dari pemerintah pusat dalam hal ini kementerian lingkungan hidup dan kehutanan, CV Indo Bambu akan kembali beroperasi pada Januari 2021.

“Indo Bambu belum untung besar walau sudah beroperasi sejak 2011. Semoga bisa untung setelah beroperasi hingga 15 tahun, dan kita akan buat MoU untuk skema-skema kemitraan. Berharap Indo Bambu tetap berada di Aewoe walau tahun depan Indo Bambu mungkin akan bangun pabrik utama di Ngada,” pinta Beni.

Dia menambahkan bahwa pengabdian Indo Bambu kepada masyarakat Aewoe sangat baik, dan masyarakat pun mendukung dengan menciptakan situasi normal bagi eksistensi Indo Bambu selama ini. “Kita bangga karena akhirnya Aewoe masuk dalam litbang pemerintah pusat, berkat kehadiran Indo Bambu,” ujar Beni.

Fransiskus Jago dan Donatus Ita, pemilik tanah yang menghibahkan lokasi untuk dermaga Aewoe, lalu dipakai Indo Bambu itu, tentu berharap aset pemerintah dan perusahaan di lokasi dimaksud bisa diberdayakan secara optimal agar memberi manfaat ekonomi secara berkesinambungan bagi masyarakat Aewoe.

Dalam kunjungan ke pabrik Indo Bambu pada Rabu (15/12), Wakil Menteri (Wamen) Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Alue Dohong, mengatakan Presiden Joko “Jokowi” Widodo sangat tertarik untuk mengembangkan sentra bambu nasional di NTT. “Beliau (Presiden) pesan saya untuk cek ke Ngada dan Nagekeo, apalagi sudah ada pabriknya dan masyarakat sudah membudidayakan,” ujar Wamen.

Wamen juga menandaskan agar pelaku bisnis bambu, investor, inisiator untuk jalin kerjasama, termasuk mendirikan koperasi sehingga bisa mendapat bantuan dari pemerintah pusat (kementerian koperasi & UKM). “Dan kami butuh data akurat, luas, jumlah rumpun, peta spasial, analisis finansial, return on investment dalam berapa tahun, present value, untuk dapat gambaran secara luas tentang potensi bambu ini.”

Sementara itu, Wakil Bupati Nagekeo, Marianus Waja, menandaskan komitmen pemda Nagekeo untuk mengembangkan budidaya bambu, dan berharap CV Indo Bambu tetap beroperasi di Aewoe dan berkembang. “Seperti kabupaten Ngada yang sudah budidaya bambu dan berkembang, pemda Nagekeo akan jadikan bambu sebagai sumber pendapatan masyarakat,” ujarnya. Di wilayah Nagekeo, hutan bambu (500 hektar) berpusat di kecamatan Mauponggo dan Boawae.

Arif Amir Rabik, Presiden Direktur Yayasan Bambu Lestari, menjelaskan bahwa mengacu pada program 1000 desa bambu, Indo Bambu akan hadir di setiap desa sebagai satu sistem. Selama ini rantai persediaan (supply) batang bambu (5-5,5 meter) berasal dari Golewa, Ngada.

Produk setengah jadi CV Indo Bambu, kata Arif, dikirim ke Bali, dan kapasitas produksi mesin saat ini mencapai 10 ton per 8 jam. Aloysius Bate, manajer pelaksana CV Indo Bambu, juga mengatakan produk Indo Bambu diminati investor dari Amerika.

Comment

News Feed