by

Menteri Agama, Gus Yaqut

-Profil-60 views

DEPOK (eNBe Indonesia) – PKB, partai Islam yang sangat berafiliasi dengan Nahdlatul Ulama (NU), kehilangan portofolio Kementerian Perdagangan karena Muhammad Lutfi, seorang profesional dengan jaringan luas dengan bisnis dan politik Indonesia. Namun sebagai gantinya, PKB mendapatkan portofolio strategis lainnya dengan keputusan Presiden Joko “Jokowi” Widodo untuk menunjuk Yaqut Cholil Qoumas a.k.a Gus Yaqut sebagai Menteri Agama yang baru menggantikan Jenderal (Purn) Fachrul Razi. Yaqut adalah ketua GP Ansor, organisasi sayap pemuda NU, organisasi Muslim terbesar di Indonesia.

Siapakah Yaqut?

Yaqut Cholil Qoumas

Lahir pada 4 Januari 1975, Gus Yaqut bukanlah siapa-siapa. Dia memiliki ‘darah bangsawan’ NU dan PKB. Yaqut, seperti kita ketahui bersama, adalah putra dari Muhammad Cholil Bisri a.k.a Gus Cholil, almarhum salah satu pendiri PKB. Ayah Yaqut, Muhammad Cholil Bisri, yang pernah menjabat sebagai Wakil Ketua MPR 1999-2004, merupakan kakak tertua dari Ahmad Mustofa Bisri a.k.a Gus Mus.

Jadi, Yaqut juga keponakan dari Gus Mus, mantan Rais A’am (Pimpinan Tertinggi) PBNU. Gus Mus kini menjadi pimpinan Pondok Pesantren Raudlatut Thalibin di Rembang, Jawa Tengah, yang merupakan salah satu pesantren terpenting di bawah NU. Gus Mus yang juga dikenal sebagai penyair dan ulama Islam moderat ini mendukung Jokowi sejak 2014.

Mengingat kementerian agama adalah portofolio yang diharapkan oleh PKB dan NU, kami dapat mengatakan bahwa PKB dan NU senang dengan penunjukan Yaqut. Patut diketahui, beberapa jam sebelum Jokowi mengumumkan Yaqut sebagai Menteri Agama yang baru, kakak tertuanya Yahya Cholil Staquf a.ka Gus Yahya disebut-sebut sebagai calon pengganti Fachrul Razi. Gus Yahya adalah anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Presiden Jokowi. Yahya sendiri saat ini menjabat sebagai Katib Aam Syuriah PBNU periode 2015-2020. Ia pernah menjabat sebagai Sekretaris Jenderal PBNU.

Yahya dikenal sebagai ulama Islam moderat. Dia salah satu ulama yang aktif memerangi penyebaran radikalisme. Pada KTT Internasional Pemimpin Islam Moderat (ISOMIL) yang diadakan tahun lalu, Yahya ditanya oleh jurnalis tentang kebangkitan propaganda radikalisme di internet. Dia dengan tegas mengatakan bahwa dia muntab (istilah Jawa untuk sangat sakit dan marah).

Yahya, bagaimanapun, juga dikenal karena kontroversi. Salah satunya adalah kunjungannya ke Israel saat bertemu dengan Perdana Menteri Israel (PM) Netanyahu pada 2018 lalu. PA 212, kelompok Muslim garis keras yang terkait dengan Rizieq Shihab, mengkritik Yahya atas kunjungan tersebut. Rizieq sendiri juga mengkritik Yahya atas kritik Yahya atas seringnya kunjungan Habib Umar bin Hafidz, seorang ulama dari Hadramaut (Yaman), ke Indonesia. Kontroversi ini, barangkali, berujung pada keputusan Jokowi untuk menunjuk Yaqut, alih-alih Yahya.

Meski begitu, Yaqut sendiri masih memiliki riwayat konflik dengan FPI, kelompok garis keras pimpinan Rizieq. Pada Oktober 2018 lalu, Wakil Ketua FPI Jafar Shodiq pernah menuduh Yaqut terlibat dalam insiden pembakaran bendera Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), organisasi Muslim yang dibubarkan. Yaqut juga berani menghadapi Rizieq di depan umum. Ia secara terang-terangan mengatakan tidak yakin Rizieq memiliki cukup pendukung untuk menciptakan revolusi di Indonesia. Dengan kebijakan pemerintah yang sungguh-sungguh dalam menekan Rizieq dan kelompok Muslim garis kerasnya, pengangkatan Yaqut sebagai Menteri Agama yang baru menjadi sangat menarik.

Selain posisinya di GP Ansor NU, perlu dicatat bahwa Yaqut adalah politisi PKB. Sebelum menjadi menteri, ia menjadi anggota parlemen PKB di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) periode 2019-2024. Ini adalah masa jabatan keduanya di DPR karena ia juga anggota parlemen PKB dari 2014 hingga 2019 menggantikan Hanif Dhakiri, yang dilantik sebagai Menteri Tenaga Kerja pada masa jabatan pertama Jokowi.

Yaqut memulai karir politiknya di kampung halamannya di Rembang. Dulu. Ia pernah menjabat sebagai Ketua Umum PKB Kabupaten Rembang periode 2001-2004 dan anggota DPRD Kabupaten Rembang periode 2004-2005. Tahun 2005 menjadi Wakil Bupati Rembang yang dijabatnya hingga tahun 2010. (yosefardi.com)

Comment

News Feed