by

Kota Depok: Sejahtera tapi terpolarisasi

-Profil-83 views

DEPOK (eNBe Indonesia) – Walikota dan Wakil Walikota Kota Depok terpilih Mohammad Idris dan Imam Budi Hartono bertekad mewujudkan masyarakat yang sejahtera, selain mandiri dan berdaya saing. FKKUKD (Forum Komunikasi dan Kerja Sama Umat Kristiani Depok) yakin Idris-Imam mampu meningkatkan kesejahteraan Kota Depok, namun polarisasi (pengkotak-kotakan) yang masih kuat terjadi tentu menjadi kendala.

Harapan mengurangi polarisasi masih ada, apalagi pemimpin terpilih begitu mengayomi seluruh aspirasi warganya, termasuk aspirasi warga Kristiani di Kota Depok. Ada banyak cara untuk mengurangi polarisasi, terutama membangun kebersamaan sehingga seluruh warga Kota Depok yang multi etnis (plural) dipersatukan.

RD. Yosep Natet

(Romo) RD. Yosep Natet, Pastor Paroki Herkulanus Depok (Gereja Katolik), menegaskan bahwa kesejahteraan itu butuh pemimpin yang kuat dan bijak, agar tidak ada lagi apatisme di kalangan warga Kota Depok. “Kita punya aspirasi untuk bicara agar pemerintah perbaiki diri untuk tingkatkan kesejahteraan kota. FKKUKD itu bentuk komitmen kami bagi kesejahteraan Kota Depok, karena punya akses ke pemerintahan. FKKUKD jadi tempat menyalurkan aspirasi harapan umat. Begitupun FKUB (Forum Komunikasi Umat Beragama) bisa jadi sarana juga,” ujar Romo Natet dalam acara livestreaming Gembala Menyapa pada 5 Desember 2020 lalu.

Dalam dokumen Katekismus Katolik (KGK 1906), kesejahteraan umum itu adalah kondisi-kondisi hidup kemasyarakatan, yang memungkinkan baik kelompok-kelompok maupun anggota-anggota perorangan, untuk secara lebih penuh dan lebih lancar mencapai kesempurnaan mereka sendiri (GS 26,1) bdk. GS 74.

“Kesejahteraan umum menyangkut kehidupan semua orang. Dari tiap orang ia meminta kebijaksanaan, terutama dari mereka yang dipercayakan sebagai pelaksana wewenang, yang memiliki wawasan kebangsaan secara memadai, menerima pluralisme, berlaku adil terhadap semua agama, suku, golongan,” ujar Romo Natet.

Pendeta (Pdt) Martin Luther Batubara, M.Th, Ketua Umum FKKUKD, juga menandaskan sebagai sebuah forum, FKKUKD tidak mempunyai kontrak politik dengan pemimpin terpilih, namun FKKUKD dan para pimpinan gereja di Kota Depok berharap pemimpin Kota Depok tetap adil, dan sebagai warga kota, umat Kristiani akan turut mengusahakan kesejahteraan kota.

Pdt. Martin Luther Batubara, M.Th

“Seperti tertulis dalam Kitab Yeremia pasal 29 ayat 7, warga Kristiani memiliki dua tugas yakni mengusahakan kesejahteraan dan berdoa pada Tuhan.” Usahakanlah kesejahteraan kota kemana kamu AKU buang, dan berdoalah untuk kota itu kepada Tuhan, sebab kesejahteraannya adalah kesejahteraanmu (Yeremia 29:7).

Ketua Tim Pemenangan Idris-Imam, Mohammad Hafid Nasir, mengklaim jika Idris (walikota terpilih) adalah sosok pemimpin yang adil untuk periode 2021-2026 nanti. “Salah satu program yang sudah terwujud dan akan dilanjutkan adalah pemberian insentif kepada pembimbing rohani, gereja, dan yayasan keagamaan,” ujarnya dalam acara “Silahturahmi dan Audiensi dengan Umat Kristiani Kota Depok Songsong Pilkada 2020” pada 17 November 2020 lalu.

Hafid mengatakan Pemerintah Kota Depok memberi insentif sebesar Rp1,2 juta per tahun bagi sekitar 820 pembimbing rohani. Bantuan hibah untuk 7 gereja, satu puri, dan 23 yayasan keagamaan telah diberikan. “Harapan kita agar suasana damai dan toleransi di Kota Depok jangan diganggu oleh isu-isu sara.”

Romo Natet juga mengatakan bahwa hubungan gereja dan pemerintah di Kota Depok sejauh ini baik, dan banyak hal sudah dilakukan dalam kebersamaan. “FKUB dan FKKUKD siap memelihara kebhinekaan, maka dengan keberagaman agama, semoga lebih banyak kegiatan untuk membaurkan perbedaan dan membangun kebersamaan,” ujarnya.

Terkait kesejahteraan kota, Hafid menandaskan bahwa Idris-Imam akan tingkatkan pembangunan infrastruktur, pelayanan publik dari kota hingga kelurahan, sumber daya manusia, sumber daya alam, dan ketersediaan lapangan kerja.

Mohammad Hafid Nasir

Janji kampanye Idris-Imam antara lain;

  1. Dana Rp5 miliar per kelurahan
  2. 500 pengusaha/ startup baru dan 1000 perempuan pengusaha
  3. Meningkatkan insentif guru honorer dan guru swasta
  4. Meningkatkan insentif pembimbing rohani
  5. Meningkatkan insentif RT, RW, LPM
  6. Alun-alun dan taman hutan kota di wilayah barat
  7. Pusat olahraga dan UMKM
  8. Wifi gratis
  9. Sekolah/Madrazah Negeri per kecamatan
  10. Posyandu/Posbindu di setiap RW

Hafid mengatakan sumber daya manusia Kota Depok meningkat 3-4% per tahun, maka fokus Idris-Imam adalah pada program pemberdayaan manusia, upgrade skill, membangun sumber daya manusia religius berbasis kebhinekaan dan kekeluargaan (perkuat toleransi).

Masalah utama Kota Depok, tambah Hafid, adalah persoalan tata ruang. APBD Kota Depok yang terbatas membuat pemerintah sulit menata tata ruang, sulit lakukan perluasan jalan (kecamatan), biaya pembebasan lahan pun sangat mahal. Pemimpin baru (Idris-Imam) akan bangun underpass di jalan Dewi Sartika, underpass di setiap rel kereta api, atau flyover, dan sistem satu arah akan ditinjau ulang, pungkas Hafid.

 

 

Comment

News Feed