by

Waduk Napun Gete mulai diisi air

MAUMERE (eNBe Indonesia) – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) RI melakukan pengisian awal atau impouding di waduk Napun Gete, Sikka pada Senin (26/12). Pengerjaan waduk ini lebih cepat dari target (Mei 2021) dalam rangka mendukung ketahanan air dan pangan nasional.

Progres pembangunan bendungan Napun Gete saat ini sudah mencapai 84,2%, konstruksi sudah berada di level ketinggian 210 meter (target 220 meter). Bendungan ini direncanakan mampu mengairi are irigasi seluas 300 hektar.

Napun Gete memiliki kapasitas tampung 11,22 juta m3 dengan luas genangan 99.78 hektar. Sementara bendungan Rotiklok di Belu memiliki kapasitas tampung 3,3 juta m3 dan bendungan Raknamo di Kupang memiliki kapasitas tampung 13 juta m3.

Bendungan Napun Gete juga berfungsi penyedia air baku di kabupaten Sikka sebanyak 214 liter per detik, pengendali banjir sebanyak 219 m3 per detik, dan memiliki potensi pembangkit tenaga listrik sebesar 0.71 megawatt.

Pembangunan Napun Gete menggunakan biaya APBN sebesar Rp880 miliar yang dilaksanakan oleh kontraktor PT Nindya Karya (Persero) dengan masa pelaksanaan Januari 2017 dan selesai Oktober 2020. Hingga saat ini pemerintah melalui kementerian PUPR telah membangun tujuh bendungan di NTT. Dua bendungan telah selesai yakni Raknamo (2018) dan Rotiklok (2019).

Bendungan dalam proses pengerjaan adalah Temef di TTS, Manikin di Kota Kupang, dan Napun Gete. Dua bendungan lain yakni Mbay (Nagekeo) dan Welekis di Belu dalam tahap persiapan pembangunan. Bendungan Mbay mulai lelang bulan depan dan Welekis lelang tahun depan. (pos kupang)

Comment

News Feed