by

Covid-19: Lebih optimistis tahun ini?

-Nasional-71 views

DEPOK (eNBe Indonesia) – Minggu lalu, kita menyaksikan pawai kedatangan kiriman vaksin. Ini diharapkan mengingat preferensi Pemerintah Indonesia untuk menggambarkan pesan optimisme. Menteri Kesehatan Budi Sadikin yang semakin komunikatif pun mendapat pujian karena telah menjabarkan rencana imunisasi nasional Pemerintah. Tetapi apakah itu berarti 2021 adalah tahun kita akan mengalahkan covid-19?

Mengetahui variabel yang penting itu penting. Jadi, mari kita mulai dengan apa yang kita ketahui:

Indonesia telah mempresentasikan jadwal vaksinasi. Sebagian besar orang yang ditargetkan untuk imunisasi tidak akan dapat dilakukan hingga April atau Maret 2021. Itu bukanlah gambaran yang menjanjikan bagi mereka yang mencari pemulihan cepat. Dan kita mesti memperhitungkan kemungkinan penundaan pengiriman, masalah logistik (seperti yang kita lihat di Amerika Serikat), dan masalah lainnya.

Selain vaksin Sinovac, Indonesia juga sedang mengupayakan vaksin Pfizer-BioNtech, vaksin Novavax, vaksin Astrazeneca, dan komitmen vaksin dari COVAX / GAVI. Kementerian Kesehatan tampaknya yakin bahwa variasi pengadaan vaksin akan membantu masalah yang mungkin muncul, misalnya uji klinis fase ketiga yang gagal. Kemudian lagi, muncul masalah dari varian SARS-CoV-2 yang sangat menular (virus penyebab penyakit COVID-19) di beberapa bagian dunia.

Beberapa dari Anda mungkin mengetahui varian SARS-CoV-2 yang sangat menular yang ditemukan di Inggris. Tetapi ada varian lain yang mengkhawatirkan, seperti yang ditemukan telah ditularkan dari cerpelai ke manusia di Denmark (yang disebut varian Cluster 5), dan varian yang ditemukan di Afrika Selatan. Meskipun demikian, belum ada bukti bahwa varian baru yang sangat menular itu lebih ganas daripada varian lain yang diketahui.

Ada berapa varian SARS-CoV-2? Ada ribuan varian. GISAID mencatat lebih dari 3.000 gen, dimana ribuan varian SARS-CoV-2 telah diidentifikasi. Namun para ahli telah mengklasifikasikan varian tersebut menjadi delapan Clade (garis keturunan evolusioner) GR, GH, G, S, GV, O, L, V. Varian yang telah ditemukan dan dilaporkan oleh para ahli Indonesia adalah dari clade L, O, G, S, GR. Varian yang sangat menular yang ditemukan di Inggris disebut varian SARS-CoV-2 VUI 202012/01, dari clade GR.

Apakah vaksin saat ini efektif melawan berbagai jenis / varian SARS-CoV-2? Moderna telah mencatat dalam pernyataan resmi bahwa mereka mengharapkan vaksinnya tetap efektif dengan varian lain. Baik Moderna dan Pfizer saat ini sedang menguji vaksinnya pada varian Inggris. Sedangkan untuk vaksin Sinovac, kami tidak memiliki pernyataan dari perusahaan sehubungan dengan keefektifan vaksinnya terhadap beberapa varian.

Sekalipun suatu vaksin efektif melawan berbagai varian, kita belum tahu berapa lama kita akan tetap kebal setelah kami diinokulasi. Meskipun demikian, sebuah penelitian telah menemukan bahwa penyintas COVID-19 terus memproduksi antibodi dalam 5 hingga 7 bulan setelah pemulihan. Pertanyaan ini akan terjawab pada waktunya, tetapi yang utama untuk dicatat bahwa kita mungkin tidak selamanya kebal setelah imunisasi.

Dengan memfaktorkan semua variabel yang disebutkan, kita harus mengadopsi pandangan yang lebih hati-hati untuk tahun 2021. Mengharapkan COVID-19 sepenuhnya diberantas tahun ini tidaklah realistis. Untuk mewujudkannya, negara-negara harus memulai inokulasi pada waktu yang sama, dan mobilitas harus sangat dibatasi untuk menghindari penyebaran virus dan mutasi lebih lanjut. Tidak mungkin. Jadi akan lebih baik bagi Pemerintah untuk menegakkan aturan wajib topeng, dan persyaratan jarak sosial. Kegagalan untuk menegakkan kondisi seperti itu, dan sangat bergantung pada vaksin, dapat menyebabkan peningkatan COVID-19 yang semakin parah. (yosefardi.com)

Comment

News Feed