by

Tantangan pertama calon Kapolri Listyo Sigit Prabowo

-Profil-479 views

DEPOK (eNBe Indonesia) – Komisaris Jenderal Polisi (Kombes) Listyo Sigit Prabowo, calon tunggal Kapolri (Kapolri), akan menjalani uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) di DPR pada Rabu (20/1). Namun, tantangan pertama Listyo Sigit bukanlah tes tersebut. Dia harus memenangkan hati rekan-rekannya dan memastikan bahwa Korps Polisi akan bersatu di bawah komandonya.

Jelang fit and proper test di DPR, Kombes Pol. Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyempatkan diri mengunjungi beberapa mantan Kapolri, di antaranya Jenderal (Purn.) Roesmanhadi, Jenderal (Purn.) Roesdihardjo, Jenderal (Purn.) Timur Pradopo, Jenderal (Purn) Sutarman, dan Jenderal (Purn.) Badrodin Haiti. Mungkin itu caranya untuk mendapatkan restu dari para pendahulunya.

Sigit adalah yang termuda di antara calon Kapolri berdasarkan kelas Akademi Polisi (Akpol). Ia lulus dari Akpol pada 1991. Namun, Presiden Joko “Jokowi” Widodo memilihnya sebagai satu-satunya calon Kapolri. Secara umur, Sigit juga tergolong muda. Ia lahir di Ambon, Maluku, pada 5 Mei 1969. Sigit Prabowo akan genap berusia 52 tahun pada Mei 2021. Jadi, ia masih memiliki sisa masa tugas lebih dari enam tahun sebelum harus memasuki masa pensiun wajib pada Mei 2027. Fakta bahwa dia bisa mengabdi selama lebih dari enam tahun mungkin tidak menarik bagi para juniornya. Siapa pun dari mereka yang menginginkan posisi kepala polisi harus menunggu hingga 2027, atau setidaknya hingga pergantian rezim pada 2024.

Selain usia dan kelas Akpol, Sigit adalah seorang Katolik. Fakta bahwa dia non-muslim menjadi isu bagi pihak-pihak tertentu, termasuk, mungkin, di Korps Polri. Jadi, tantangan terbesar Sigit adalah merebut hati rekan-rekannya dan memastikan agar Korps Polisi tetap bersatu. Menarik untuk melihat apakah dia dapat mengkonsolidasikan kekuasaannya dengan lancar setelah dilantik.

Secara hukum, Sigit memiliki kesempatan yang sama untuk menjadi Kapolri, apapun agamanya. UU Polri No. 2/2002 tidak menyebutkan bahwa Kapolri harus beragama tertentu. Komisi Kepolisian Negara (Kompolnas) juga menyatakan bahwa agama tidak boleh menjadi faktor penentu Kapolri.

Apalagi, dalam sejarah Polri, Sigit bukanlah jenderal polisi non muslim pertama yang menjadi Kapolri. Dua orang pendahulunya, Soetjipto Danoekoesomo dan Widodo Budidarmo, juga beragama Kristen. Soetjipto Danoekoesomo menjabat sebagai kapolri dari tahun 1964 hingga 1965 di masa rezim Soekarno. Widodo Budidarmo, sementara itu, menjabat sebagai Kapolri dari tahun 1974 hingga 1978 di bawah rezim Orde Baru Soeharto. Fakta sejarah ini bisa membantu Sigit meredakan ketegangan seputar pencalonannya. (yosefardi.com)

Comment

News Feed