by

Tiga dokter di Nagekeo positif covid-19

MBAY (eNBe Indonesia) – Total kasus terkonfirmasi positif covid-19 hingga hari ini berjumlah 27 kasus. Semuanya sudah selesai masa isolasi dan dinyatakan sembuh. Kasus probable berjumlah 3 orang termasuk terakhir yang meninggal Sabtu (16/1).

Hal yang sangat perlu diperhatikan saat ini adalah bertambahnya kasus positif rapid test antigen. Tercatat hingga pukul 15.00 hari ini, sudah 4 orang yang dilaporkan positif rapid test antigen sebagaimana tertera dalam link infografis resmi Covid-19 Nagekeo.

Keempat orang tersebut yakni 3 dokter di RSD Aeramo, hasil kontak erat dengan MBV, pasien kasus probable yang baru saja meninggal (ketiganya karantina mandiri di RSD Aeramo); dan 1 orang lainnya yakni karyawan swasta Bank NTT, bekerja dan berdomisili di Maunori, hasil screening atas permintaan sendiri.

Hingga berita ini diturunkan, masih ada sejumlah orang lainnya yang mendapat rapid test antigen dengan hasil positif, di antaranya 1 ASN dari kantor PMDP3A (domisili Lego Aeramo) bersama isteri yang kebetulan bekerja sebagai perawat di RSD Aeramo, 1 ASN dari UPT Dinas Peternakan Boawae (domisili Lingkungan Kotagoa), 1 ASN Setda Nagekeo (domisili Penginanga), dan 1 orang anggota DPRD Nagekeo (alamat Dhereisa), serta seorang anak berusia 6 tahun yang adalah anak dari kasus probable yang sudah meninggal (domisili Watukesu Mbay). Semua nampak sehat tanpa gejala.

Tim Satgas dari Bidang Penanganan dibantu Kades/Lurah serta RT setempat langsung turun edukasi warga bersangkutan untuk benar-benar menjalani karantina mandiri di rumah atau pun tempat lain yang ditunjuk. “Kami informasikan pula bahwa dari 13 ASN Kantor BPBD Nagekeo, hasil kontak erat dengan MBV kasus probable, 6 orang sudah dilakukan rapid test antigen, dan puji Tuhan, hasilnya Negatif. Masih ada 7 ASN lainnya yang menunggu jadual rapid test,” ujar Juru bicara covid-19 Nagekeo, Silvester Teda Sada, dalam siaran pers hari ini.

Ada 22 tenaga kesehatan RSD Aeramo yang kontak erat dengan MBV kasus probable sudah dilakukan tracing dan rapid test antigen. Hasilnya, 3 orang positif (yakni dokter yang merawat seperti disampaikan di atas), dan 19 orang lainnya negatif.

Selanjutnya, ada 47 swab yang dikirim ke Laboratorium Biomolekular RS WZ Johannes Kupang yang saat ini tinggal menunggu hasil. Sementara masih ada sejumlah sampel swab yang siap diambil dan dikirim pada waktunya sesuai jadual penerbangan.

Perlu dicatat juga, bahwa secara teori, tingkat sensitivitas hasil RT Antigen adalah 92% covid-19. Artinya, tingkat akurasi menuju kasus terkonfirmasi positif Covid-19 berdasarkan test PCR sudah sangat dekat (tinggal 0,8%).

“Hal ini mendorong tim satgas dan kita sekalian untuk menjalani secata ketat dan patuh pada protokol kesehatan pencegahan covid-19. Kasus positif covid-19 bisa sembuh. Yang penting warga bersangkutan memanfaatkan masa isolasi maupun masa karantina secara benar sesuai anjuran protokol kesehatan covid-19,” pinta Silvester.

Mengingat eskalasi kasus yang terus beranjak naik, tim satgas kembali mengingatkan warga semua akan pesan Bupati Don ketika memakamkan warga kasus probable Sabtu kemarin. “Ini ancaman yang nyata. Jangan pernah remehkan. Terapkan 5M dengan ketat!” ujar Bupati Don saat itu.

“Covid-19 memang masih menjadi ancaman serius. Namun demikian, tidak perlu panik berlebihan. Tetap ekstra waspada. Wajib Masker, jaga jarak. Hindari kerumunan. Kurangi interaksi dan mobilisasi.”

Comment

News Feed