by

Pastor Flores ini meninggal di kampung Bunda Teresa

-Profil-683 views

DEPOK (eNBe Indonesia) – Pastor Eusebius Lebe Herin asal Flores Timur telah berpulang pada Senin (25/1) setelah dua bulan dirawat di rumah sakit akibat penyakit yang dideritanya. Pastor Eus sebelumnya adalah seorang misionaris SVD yang berkarya di Meksiko lebih dari 20 tahun, lalu memutuskan pindah ordo sebagai pastor diosesan di Keusksupan Queretaro, negara bagian Meksiko.

Pastor Eus, satu angkatan dengan Pater Markus Solo Kewuta, SVD yang kini di Roma jadi penasihat Paus untuk masalah dialog antaragama, juga teman karib Robert Bala, penulis buku terkenal asal Flores.

Robert Bala, dalam tulisan yang dimuat https://bertoamigo.wordpress.com, menggambarkan Pastor Eus sebagai sosok yang sungguh-sungguh menjiwai hubungan personal antar sesama, sebagai badan berjiwa dan jiwa berbadan, bisa dibedakan tetapi tidak bisa dipisahkan.

Ketika berhubungan dengan orang lain, termasuk umat, Pastor Eus tidak hanya melihatnya sebagai orang yang perlu dimanfaatkan’. Ia malah lebih jauh menyelami jiwa orang. “Eus tidak akan segera bicara kalau tidak memandang secara mendalam. Biasanya ia lemparkan senyumnya yang khas baru menyapa dengan sangat akrab,” tulis Robert Bala.

Pastor Eus tamat dari SMA PGRI Larantuka, lalu masuk Seminari Hokeng (jalur KPA) dan melanjutkan pendidikan di Seminari Tinggi Ledalero.

Robert Bala pun dikejutkan oleh keputusan berani Pastor Eus untuk pindah ordo menjadi imam diosesan dan berkarya di Makedonia. “Obe saya terinspirasi dengan penglihatan dari Santu Paulus dalam sebuah mimpi. Terlihat ada seorang dari Makedonia berdiri dan berkata kepadanya: Datanglah ke Makedonia dan tolonglah kami” (Kis 16, 19). Hanya ada satu orang yang datang tetapi ia mewakili banyak orang (kami). Seruan itulah yang membuat saya tinggal di sini,” ujar Pastor Eus.

Macedonia termasuk salah satu negara dengan populasi pemeluk agama Islam terbesar di benua Eropa (sekira 35%), terbesar kedua setelah Kristen Ortodoks. Kaum Muslimin yang hidup di Macedonia umumnya berasal dari latar belakang suku dan budaya yang berbeda. Beberapa di antaranya adalah Albania, Turki, Romani, Bosnia, dan Macedonia asli. Komunitas Albania merupakan etnis Muslim paling dominan di Macedonia. Islam bahkan diproyeksikan bakal menjadi agama mayoritas di Macedonia pada 2050. Tapi tantanganya tentu munculnya isu anti-Islam atau Islamofobia dari kaum ekstremis. Masalah diskiriminasi juga menjadi realitas yang harus dihadapi umat Islam Macedonia.

Ibukota Macedonia adalah Skopje, tempat kelahiran Bunda Teresa. Dan Macedonia terpuruk oleh perang saudara/ konflik etnis dan negara yang mengitarinya seperti Yunani (Greece), Serbia, Bulgaria, dan Albania.

Agama Katolik dan Kristen Protestan hanya mencakup 0.37% di Macedonia. Gereja Ortodoks pada Mei 2019 menentang kunjungan Paus Fransiskus di Macedonia, dan menolak doa bersama dengan Paus. Paus Fransiskus mengunjungi kamp pengungsi di pinggiran kota Sofia dan peringatan Bunda Teresa, serta ibu kota orang asli Macedonia, Skopje. Kunjungan itu menyatukan komunitas Katolik kecil 44 ribu orang di Bulgaria dan 20 ribu orang di Macedonia Utara.

Comment

News Feed