by

COVID-19: 1 juta kasus, saatnya lockdown?

-Nasional-83 views

DEPOK (eNBe Indonesia) – Karantina wilayah atau Locckdown di Pulau Jawa sudah harus dilakukan mengingat kasus sudah melebihi angka 1 juta kasus.

“Memang seharusnya untuk Pulau Jawa itu lockdown. Karena situasi berdasarkan indikator epidemiologis sudah mendukung itu, karena episentrum kasus Covid-19 ya di pulau Jawa,” kata Epidemiolog Universitas Griffith Australia Dicky Budiman, dilansir cnnindonesia.com, Rabu (27/1).

Dalam penerapan pembatasan yang mengacu pada Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan itu, Dicky menyebut, pemerintah tak perlu memberikan pengecualian terhadap beberapa sektor.

Seluruh sektor seperti perkantoran, tempat perbelanjaan, dan transportasi harus ditutup. “PSBB berdasarkan regulasi ya lockdown, berhentinya semua aktivitas sosial-ekonomi. Jadi tidak ada PSBB dengan pengecualian sektor masih buka, itu bukan PSBB namanya,” ujarnya. Dicky mencontohkan negara Selandia Baru yang berhasil menekan kasus setelah melakukan lockdown.

Diketahui pada Selasa (26/1), terjadi penambahan kasus positif sebanyak 13.094 kasus. Sehingga kasus positif kini mencapai 1.012.350 orang. Dari jumlah itu, sebanyak 820.356 orang dinyatakan telah sembuh, 163.526 orang menjalani perawatan di RS atau isolasi mandiri, sementara 28.468 orang lainnya meninggal dunia.

Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin, mengatakan, angka 1 juta orang terinfeksi Corona di Indonesia ini memiliki dua momen penting yang harus disadari bersama oleh seluruh masyarakat.

“Momen pertama adalah ini saatnya kita untuk berduka, karena banyak saudara-saudara kita yang wafat. Ada lebih dari 600 tenaga kesehatan yang sudah gugur dalam menghadapi pandemi ini. Dan mungkin sebagian keluarga dan teman dekat kita juga sudah meninggalkan kita. Itu momen pertama yang harus kita lalui, ada rasa duka yang mendalam dari pemerintah, dari seluruh rakyat Indonesia, atas angka ini,” ujar Budi.

“Momen kedua, kita juga harus sadar bahwa kita harus terus bekerja secara keras sehingga pengorbanan yang sudah dilakukan rekan kita, terutama nakes tidak sia-sia. Bagaimana bekerja keras ke depannya? Bekerja sangat keras, bekerja ekstra keras?” sambungnya.

Kemenkes juga akan bekerja sangat keras untuk melakukan testing, tracing, dan menyiapkan tempat isolasi yang nyaman bagi pasien Corona. Satu hal yang ditekankan Budi adalah masyarakat harus lebih disiplin lagi menjalankan protokol kesehatan 3M.

Epidemiolog Dicky Budiman menegaskan saat ini pemerintah harus mulai menerapkan 5M, yang meliputi memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, membatasi mobilitas, dan menghindari kerumunan.

Comment

News Feed