by

Dugaan ijazah palsu: Walikota Batam dilaporkan ke Bareskrim Polri

-Berita-123 views

DEPOK (eNBe Indonesia) – Aktivis pendidikan Paulus Lein telah melaporkan kasus dugaan pemalsuan ijazah oleh Walikota Batam Muhammad Rudi pada Selasa (26/1) kepada Badan Reserse Kriminal Polri (Bareskrim). Surat ditujukan kepada Kepala Bareskrim Komisaris Jenderal Pol. Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si.

Paulus Lein menegaskan dalam surat bahwa warga masyarakat kota Batam hendak menyampaikan laporan/pengaduan terkait pembohongan publik yang dilakukan Rudi terhadap masyarakat dan Negara Indonesia.

Rudi adalah pejabat publik, selain Walikota Batam juga sekaligus ex officio Kepala BP Batam. Pejabat publik perlu menjaga integritas dan moral politik dalam penyelenggaraan pelayanan publik.

Sebagai pejabat publik, Rudi telah melampirkan Ijasah Sarjana Ekonomi dari Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Adhy Niaga sebagai persyaratan untuk menjadi pejabat publik di antaranya Ijasah yang dilampirkan ke KPU Batam.

Berdasarkan surat permohonan kepada Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan Tinggi dan Kebudayaan, dilanjutkan dengan surat kepada Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi, terjawab bahwa data Rudi sebagai mahasiswa tidak tercatat di Pangkalan Data Pendidikan Tinggi. Surat Keputusan Yudisium Kelulusan yang ditandatangani Ketua STIE Adhi Niaga tidak ada, Kartu Rencana Studi dan Kartu Hasil Studi sesuai dengan Standar Proses pembelajaran tidak ditemukan, dan Daftar Hadir Mahasiswa-Dosen setiap mata kuliah sebagai bukti telah melaksanakan perkuliahan sesuai Standar Proses Pembelajaran tidak ditemukan.

“Berdasarkan hal-hal di atas, terungkap Muhammad Rudi telah melakukan pembohongan publik melalui Ijasah yang dimilikinya (dengan terjadi pemalsuan ijasah) yang berdampak pada kebijakan-kebijakan publik atau penyelenggaraan pelayanan publik yang diambil dan ditandatanganinya,” tulis Paulus Lein dalam surat itu.

Surat ini juga dikirim sebagai tembusan kepada Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri), Ketua DPR RI, Ketua Ombudsman RI, Menteri Dalam Negeri, Ketua Komisi III DPR RI, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI, dan PADMA Indonesia.

Penasihat hukum Paulus, Patrice Rio Capella menyebut ijazah itu digunakan Rudi pada sejak mengikuti pendaftaran calon wali kota Batam pada 2015 lalu. Kini Rudi kembali menggunakannya untuk pendaftaran calon peserta Pilkada Batam 2020.

Comment

News Feed