by

Tantangan Kapolri baru, Listyo Sigit Prabowo

-Profil-551 views

DEPOK (eNBe Indonesia) – Presiden Joko “Jokowi” telah melantik Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo sebagai Kapolri baru pada Rabu (27/1), menggantikan Jenderal Idham Azis, yang akan segera memasuki masa pensiun wajibnya. Tantangan besar pertama Sigit adalah mengkonsolidasikan Kepolisian RI (POLRI). Listyo berencana mengaktifkan kembali Pam Swakarsa, dan ini telah memicu reaksi beragam.

Sigit lulus dari Akademi Kepolisian (Akpol) tahun 1991. Lahir di Ambon, Maluku, 5 Mei 1969, Sigit kini berusia 51 tahun. Ia akan berusia 52 tahun pada Mei 2021. Sigit adalah salah satu anak buah Presiden. Ia pernah menjadi ajudan Presiden Jokowi (2014-2016) dan Kapolres Surakarta (2011-2012) ketika Presiden menjabat sebagai walikota.

Seperti Tito Karnavian, Sigit mulai menjabat sebagai Kapolri pada usia 51 tahun. Ia dapat mengabdi selama lebih dari enam tahun hingga pensiun wajib pada Mei 2027. Jadi, meski masa jabatan Jokowi berakhir pada 2024, Sigit akan menjabat beberapa tahun lagi. Tapi itu akan tergantung pada rezim baru. Kita akan lihat siapa yang akan memenangkan pemilihan presiden berikutnya dan menjadi penerus Jokowi karena dia akan menentukan masa depan Sigit setelah 2024.

Tantangan besar pertama Sigit adalah mengkonsolidasikan Polri sekaligus menjaga kesatuan Korps Polisi. Fakta bahwa dia relatif muda dan non-Muslim bisa menjadi kendala. Tapi belajar dari Tito, yang menunjukkan kemampuannya memimpin Polri dan menjaga kesatuan Korps Polri, Listyo bisa jadi punya kesempatan. Patut diperhatikan, tidak butuh waktu lama bagi Tito untuk memulai proses konsolidasinya. Pada 22 Juli 2016, atau sembilan hari setelah dilantik sebagai Kapolri, Tito melakukan putaran pertama rotasi jabatan polisi. Ini mempengaruhi sekitar 110 polisi tingkat tinggi dan menengah. Dari sana, Tito melakukan lebih banyak rotasi pekerjaan secara teratur dan memanfaatkan kesempatan itu untuk mempromosikan orang-orang di lingkaran dalamnya.

Sigit bisa mengikuti jejak Tito. Peluang itu ada dengan kosongnya posisi Kepala Badan Reserse Kriminal Polri (Kabareskrim POLRI) menyusul kenaikan Sigit. Ini bisa menjadi kesempatan pertama Sigit untuk mengkonsolidasikan kekuatannya.

Hanya saja, Sigit juga menghadapi kritik atas idenya untuk mengaktifkan kembali Pam Swakarsa. Dalam uji kelayakan dan kepatutan, Sigit mengatakan bahwa Pam Swakarsa akan menjamin keamanan dan ketertiban umum. Tetapi mereka yang menentang gagasan tersebut menunjuk ke masa lalu yang kelam pada tahun 1998, ketika rezim Orde Baru Soeharto mendirikan Pam Swakarsa untuk pertama kalinya untuk membubarkan demonstrasi mahasiswa. Bentrokan antara anggota Pam Swakarsa dan mahasiswa pun tak terelakkan saat itu.

Juru Bicara Brigjen Pol (Brigjen) Rusdi Hartono berpendapat, pembentukan satpam swasta seperti Pam Swakarsa untuk membantu Polri diatur dalam UU Kepolisian Nomor 2/2002. Jaleswari Pramodawardhani, Wakil ke-5 Kantor Staf Kepresidenan (KSP), juga memberikan jaminan bahwa konsep Pam Swakarsa Sigit berbeda dengan konsep Pam Swakarsa pada tahun 1998. Jaleswari menjelaskan bahwa pendirian Pam Swakarsa juga diamanatkan setelah keluarnya Peraturan Kapolri Nomor 4 Tahun 2020 yang ditandatangani Jenderal Idham Azis pada 4 Agustus 2020.

Mengingat trauma sejarah publik yang terjadi pada tahun 1998, mungkin Sigit harus mempertimbangkan untuk menghindari penggunaan istilah Pam Swakarsa. Dia bisa menggunakan nama yang berbeda. Karena itu, kami lebih tertarik untuk melihat bagaimana Sigit akan mengkonsolidasikan kekuatannya dan apakah konsolidasinya akan berjalan mulus. Kami juga lebih tertarik untuk melihat apakah Sigit dapat memenuhi komitmen dan janjinya untuk mereformasi Korps Polri dan meningkatkan kinerjanya, terutama dalam menyelesaikan penyidikan kasus-kasus korupsi besar.

Kita semua tahu bahwa para pendahulu Sigit juga membuat banyak komitmen dan janji untuk mereformasi Polri dan meningkatkan kinerjanya. Namun, kami tidak melihat kemajuan yang signifikan. Kita lihat apakah Sigit bisa membawa harapan baru atau tidak. (yosefardi.com)

Comment

News Feed