by

Ekonomi dunia melambat lagi?

-Ekonomi-100 views

DEPOK (eNBe Indonesia) – Ekonomi Amerika Serikat (AS) tumbuh 4% secara tahunan pada kuartal keempat (K4) tahun 2020, namun melambat dari pertumbuhan 33.4% pada kuartal tiga tahun lalu akibat meningkatnya kasus COVID-19 dan pembatasan aktivitas (lcokdown) yang berdampak pada pengeluaran atau belanja konsumen. Investasi bisnis dan perumahan tetap kuat, dan ekspor tumbuh dua digit sementara konsumsi perorangan melambat dan belanja publik turun tipis.

Untuk thaun 2020, PDB Amerika Serika berkontraksi 3,5%, terburuk sejak 1946 tetapi tumbuh 2.2% pada 2019. Prospek untuk 2021 tampaknya lebih cerah seiring peluncuran vaksinasi, dan ketika pemerintahan Biden meluncurkan rencana stimulus $1,9 triliun.

Selain itu, angka pengangguran tetap tinggi. Di sisi lain, sektor manufaktur dan pasar perumahan menjadi pendorong utama pertumbuhan. Lembaga donor Dana Moneter International (IMF) memperkirakan ekonomi AS akan berkontraksi sebesar 3,4% pada tahun 2020 tetapi diproyeksikan tumbuh sebesar 5,1% tahun ini dan tumbuh sebesar 2,5% tahun depan. IMF memprediksikan ekonomi global akan mengalami kontraksi 3,5% tahun lalu, namun tahun ini tumbuh 5,5% dan tahun depan 4,2%. IMF, bagaimanapun, mencatat bahwa meskipun vaksin telah meningkatkan harapan mengatasi pandemi pada akhir tahun ini, gelombang baru dan varian baru dari virus menimbulkan kekhawatiran.

Sementara itu, indikator sentimen ekonomi kawasan Euro turun pada Januari 2021, karena kepercayaan perdagangan ritel menurun, juga jasa dan kepercayaan konsumen menurun. Di Jepang, Bank of Japan (BoJ) merevisi naik proyeksi pertumbuhan PDB menjadi 3,9% untuk tahun fiskal berikutnya.

IMF telah memprediksikan ekonomi Kawasan Euro akan berkontraksi sebesar 7,2% pada tahun 2020, tetapi diproyeksikan akan tumbuh sebesar 4,2% dan 3,6% pada tahun 2021 dan 2022. Jepang diperkirakan mengalami kontraksi 5,1%, tetapi diproyeksikan akan tumbuh 3,1% dan 2,4 % pada 2021 dan 2022. China diperkirakan tumbuh 2,3% pada 2020, 8,1% pada 2021, dan 5,6% pada 2022. India diperkirakan mengalami kontraksi sebesar 8% pada 2020, tetapi diproyeksikan tumbuh 11,5 $% tahun ini dan 6,8% tahun depan. Asia Tenggara diperkirakan berkontraksi 3,7% pada 2020, tetapi kawasan itu diproyeksikan tumbuh 5,2% tahun ini dan 6% tahun depan.

Comment

News Feed