by

Berto Lalo mendidik Alsemat berpikir konstruktif, bekerja produktif

DEPOK (eNBe Indonesia) – Berpulangnya salah satu Alumni Seminari Mataloko (Alsemat), Berto Lalo, dipanggil Yang Maha Kuasa hari ini, sungguh-sungguh membawa kedukaan sangat mendalam bagi seluruh alumni Seminari Mataloko di Indonesia dan dunia.

Berawal dari rumah bersama warga NTT Diaspora di Jakarta yakni Kantor Penghubung Provinsi NTT di Tebet, Jakarta, Berto Lalo sebagai kepala kantor penghubung mengajak seluruh Alsemat di Jakarta medio 2010-2011 untuk membentuk wadah, organisasi.

Bersama beberapa senior Alsemat, seperti Marselinus Ado Wawo, Primus Dorimulu, Romo Edu Dopo, Valens Daki-Soo, Ikatan Alumni Seminari Mataloko (Ikalsemat) pun terbentuk dan berkembang kian solid hingga hari ini dibawah pimpinan Emmanuel Billy sebagai Ketua, dan Alexander Yopi Susanto sebagai sekretaris.

Marselinus Ado Wawo

Marselinus Ado Wawo mengaku sangat bersedih karena kehilangan Berto Lalo, sosok Alsemat yang sangat luar biasa, juga sosok NTT luar biasa di Jakarta.

Berto Lalo itu, ujar Marselinus, adalah generasi muda yang berpikir konstruktif dan bekerja produktif di dalam tugas, pekerjaan dan tanggungjawabnya.

“Dia semangat memberi motivasi membangun untuk orang-orang di sekitarnya, untuk maju dan berkembang. Dia juga inspirator dalam menjalin komunikasi antar komunitas NTT di Jakarta. Jika seluruh komunitas NTT di Jakarta bersatu dan terbangun, itu karya Berto Lalo,” ujar Marselinus kepada Redaksi eNBe Indonesia pagi ini.

Marselinus menambahkan, sosok Berto Lalo adalah pribadi yang taat asas, penggerak, jadi solusi, bersih, hormat pada senior, dan pribadi yang menghibur. “Dia selalu hadir jadi solusi bagi persoalan banyak orang, banyak berbuat membantu orang, karena itu kita kehilangan luar biasa, dan Surga Abadi adalah tempat buat Berto,” ujarnya.

Emmanuel Billy

“Kita sangat berduka atas kepergian kakak Berto, dan kami dari Ikalsemat mengucapkan terima kasih untuk jasa-jasanya,” kata Emmanuel Billy kepada Redaksi eNBe Indonesia pagi ini.

Sejak awal, lanjut Emmanuel, almarhum Berto Lalo selalu berperan penting untuk membangun Alsemat. “Masukan beliau jadi bahan acuan kami untuk melangkah ke depan, dan hari ini Ikalsemat berkembang solid dan telah banyak membantu almamater tercinta, Seminari Mataloko.”

Bagi Emmanuel dan seluruh anggota Alsemat Indonesia, almarhum Berto Lalo adalah pribadi yang sangat sederhana, membuka diri dan bergabung dengan siapa saja, berikut tidak pernah membawa kepentingan pribadi dalam setiap kegiatan dan komunitas/organisasi.

SELAMAT JALAN KAKAK TERBAIK KAMI !! Rest in Peace.

Comment

News Feed