by

Dua pekerja migran asal NTT meninggal, Padma Indonesia dorong layanan terpadu

DEPOK (eNBe Indonesia) – Duka kembali menimpa Keluarga Besar Flobamora atas meninggalnya dua orang pekerja migran Indonesia (PMI) asal Nusa Tenggara Timur (NTT) yakni Yustika Ataplay (43 tahun) asal Alor di Tawau dan Aberlay Inacio asal Desa Litamali, Kobalima, Malaka di Sandakan, Malaysia Timur.

Berdasarkan informasi dari Yudha, Direktur Perlindungan WNI dan Bantuan Hukum Indonesia, korban Yustika Ataplay langsung dikuburkan di Tawau karena kondisi tubuhnya tidak bisa dibawa pulang ke NTT, sedangkan jenazah Aberlay Inacio sedang diurus persiapannya untuk dibawa pulang ke Indonesia dan Polda NTT sedang memproses dugaan korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO).

Gabriel Goa

“Fakta membuktikan bahwa Negara hadir untuk melindungi warga negaranya. Kami dari Lembaga PADMA INDONESIA(Pelayanan Advokasi untuk Keadilan dan Perdamaian Indonesia) menyampaikan apresiasi dan terimakasih atas kerja keras tanpa pamrih dari BP2MI dan Kemenlu RI beserta Perwakilannya di Malaysia yang terus berkoordinasi aktif dengan kami dan keluarga serta jaringan di Malaysia dan NTT untuk menolong PMI asal Indonesia khususnya NTT,” ujar Gabriel Goa, Dewan Pembina Lembaga PADMA INDONESIA, dalam siaran pers hari ini.

Padma Indonesia, lanjut Gabriel, mendukung total proses penegakan hukum TPPO yang sedang dijalankan oleh tim Polda NTT terkait dugaan tindak pidana perdagangan orang terhadap korban Arbelay.

Padma juga mendukung Kemenlu RI u.p Direktorat Perlindungan WNI dan BHI untuk terus melobi dan mengawal proses hukum terhadap pelaku human trafficking dengan korban Adelina Sau asal NTT di pengadilan Malaysia.

Gabriel menambahkan Padma mendesak Kemnaker RI dan Pemprov NTT untuk segera mengoptimalkan LTSA (Layanan Terpadu Satu Atap) dan membangun BLK PMI (Balai Latihan Kerja Pekerja Migran Indonesia) bukan BLK Komunitas di Maumere untuk melayani CPMI asal Flores, Adonara, Solor dan Lembata; di Kupang untuk melayani CPMI asal Timor, Rote Ndao, Sabu Raijua, Semau dan Alor; di Tambolaka untuk melayani CPMI asal Sumba.

Comment

News Feed