by

Indosat Rugi Rp630 Miliar

-Ekonomi-109 views

DEPOK (eNBe Indonesia) – Operator telekomunikasi Indosat (ISAT) mengalami kerugian sebesar Rp630 miliar pada tahun 2020 dibandingkan dengan laba Rp1,63 triliun pada tahun 2019, karena tidak adanya keuntungan penjualan dan penyewaan kembali menara.

Pendapatan ISAT tumbuh 7,7% year on year (y/y) menjadi Rp27,9 triliun. Telepon seluler menyumbang pendapatan Rp23,08 triliun, tumbuh 15% y/y. Sedangkan pendapatan multimedia, komunikasi data, internet (MIDI) turun 10,4% y/y menjadi Rp4,28 triliun, dan pendapatan telpon sambungan tetap turun 15,4% y/y menjadi Rp560,5 miliar.

ARPU (pendapatan rata-rata per pengguna) tumbuh 14,3% y/y, dari Rp27.900 menjadi Rp31.900, seiring dengan peningkatan jumlah pengguna 1,7% menjadi 60,3 juta. Data lalu lintas melonjak 52,8% y/y.

Pada 28 Desember 2020, Ooredoo mengumumkan nota kesepahaman (MoU) eksklusif yang ditandatangani dengan CK Hutchison Limited terkait kemungkinan merger Indosat dan PT Hutchison 3 Indonesia. MoU tersebut berlaku efektif hingga 30 April 2021. Indosat juga mempertimbangkan untuk menjual sekitar 4.000 menara telekomunikasi.

Comment

News Feed