by

Bupati Ngada diminta audit seluruh proyek

foto Gabriel Goa

DEPOK (eNBe Indonesia) – Ngada pernah heboh saat KPK OTT mantan Bupati Ngada yang mau bertarung jadi Cagub NTT. Pasca OTT KPK RI, Ngada kembali marak kasus Korupsi Hak-Hak Ekosob rakyat Ngada. Demikian diungkapkan Gabriel Goa, Ketua Kompak Indonesia (Koalisi Masyarakat Pemberantasan Korupsi Indonesia), dalam siaran pers hari Sabtu (27/2).

Selain itu, lanjut Gabriel, Kabupaten Ngada didera mandegnya Proyek Panas Bumi Daratei. “Proyek besar nasional yang dibiayai APBN itu belum nampak. Infrastruktur seperti jalan menuju destinasi pariwisata di Riung rusak parah termasuk hotelnya Pemkab di Riung tidak terurus. Peternakan Terpadu Pertanian di Ngada menuju Agroindustri dan agrowisata belum kelihatan.”

Gabriel menambahkan Tempat Pelelangan Ikan dan pengembangan Sektor Kelautan baru dalam rencana belum dimaksimalkan di Laut Sawu meliputi Kecamatan Aimere, Inerie dan Golewa Selatan serta di Laut Flores meliputi Kecamatan Riung.

Terpanggil untuk memajukan Ngada, tegas Gabriel, Kompak Indonesia dan IRCI (Institute for Research, Consultation and Information of International Investment) mendesak Bupati dan Wakil Bupati Ngada Andreas Paru bekerjasama dengan BPK dan BPKP melakukan audit menyeluruh terhadap proyek-proyek yang sedang dikerjakan di Ngada. “Jika ditemukan adanya Dugaan Tindak Pidana Korupsi maka langsung bekerjasama dengan KPK RI untuk memproses secara hukum dan menghukum seberat-beratmya Pelaku dan Aktor Intelektualisnya,” kata Gabriel yang juga Ketua IRCI.

Gabriel juga meminta Bupati Ngada untuk melakukan reformasi birokrasi dan menempatkan pejabat secara meritokrasi dan berintegritas bukan berdasarkan KKN. Bupati Ngada juta diminta bekerjasama dengan Lembaga-Lembaga Agama dan Perusahaan membangun BLK PMI (Balai Latihan Kerja Pekerja Migran Indonesia) dan LTSA (Layanan Terpadu Satu Atap) di Ngada.

Bupati Ngada, demikian Gabriel, diminta bekerjasama dengan Kemenkes membangun Politeknik Kesehatan di Bajawa Utara, bekerjasama dengan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif membangun Politeknik Pariwisata di Riung, bekerjasama dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan untuk membangun Pusat Pelelangan Ikan dan Politeknik Kelautan di Aimere.

“Kita jiga meminta Bupati Ngada untuk bekerjasama dengan Kementerian dam Lembaga Baik Nasional dan Internasional agar mempercepat kemajuan Ngada melalui promosi dan lobi Program Tante Nela Paris Ngada, dan melibatkan partisipasi aktif orang-orang Ngada Diaspora untuk merealisasikan Program Tante Nela Paris agar tidak sekedar konsep saja tapi nyata untuk pembangunan Ngada,” pungkas Gabriel.

Comment

News Feed