by

Penghapusan UN, Gunakan Asesmen sebagai Indikator Kelulusan

DEPOK (eNBe Indonesia) – Pemerintah kembali menghapus kebijakan ujian nasional (UN) untuk kelulusan siswa pada tahun ini. Kebijakan kali ke dua ini diambil karena penyebaran Covid-19 di Indonesia masih terjadi hingga saat ini.

Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Barat Adib Alfikri mengatakan, tidak ada permasalahan terhadap kebijakan tersebut. Sebab meskipun UN ditiadakan namun ada sejumlah asesmen atau penilaian yang digunakan dalam menentukan kelulusan siswa.

“Tidak ada UN bukan berarti tidak ada indikator kelulusannya. Ada namanya asesmen yang telah diatur dalam menentukan kelulusan,” katanya saat dihubungi RRI di Padang, Senin (1/3).

Adib mengungkapkan, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim telah menerbitkan Surat Edaran tentang peniadaan UN tahun 2021. Salah satu alasannya karena penyebaran Covid-19 masih tinggi di Indonesia.

“Dengan demikian, langkah penghapusan UN juga dapat menjamin keselamatan dan kesehatan peserta didik, maupun guru,” sebutnya.

Ia mengatakan, asesmen yang digunakan sebagai standar kelulusan seperti menyelesaikan program pembelajaran ditandai dengan nilai rapor setiap semester, mengikuti ujian sekolah yang diselenggarakan satuan pendidikan, dan memperoleh nilai sikap minimal dengan predikat baik.

“Masih ada lagi asesmen lain yang telah diatur, mekanismenya sudah ada kita tinggal mengikuti. Tidak ada persoalan maupun permasalah,” ungkapnya.

Adib mengimbau, meskipun UN tidak lagi diselenggarakan diharapkan peserta didik maupun guru diminta tetap serius dalam menjalani proses belajar mengajar. Selain itu, diingatkan agar warga sekolah tetap menjaga protokol kesehatan guna mengantisipasi penularan Covid-19. (rri.co.id)

Comment

News Feed