by

Motivator dan Mantan Frater minta ayah KLETUS tak melupakan

-Profil-744 views

foto alm Kletus Lena (kaca mata) dan alm Flori Teda

DEPOK (eNBe Indonesia) – Awal tahun ini keluarga besar Nagekeo Surabaya berduka karena kehilangan dua tokoh hebat asal Nagekeo, Kletus Lena dan Flori Teda. Kletus yang adalah Ketua IKBANAS (Ikatan Keluarga Besar Nagekeo Surabaya) periode 2018-2021 dan pembina mahasiswa Nagekeo Surabaya meninggal dunia pada Selasa (2/3) sementara Flori Teda berpulang akhir Januari lalu.

Kletus dan Flori adalah sosok panutan, terutama ihwal kepedulian pada setiap dinamika hidup keluarga besar Nagekeo di Surabaya. Kepergian mereka sungguh mengejutkan, dan warga Nagekeo di Surabaya benar-benar kehilangan sosok pemimpin, generasi yang meneruskan perjuangan para sesepuh dalam konteks memelihara kebersamaan dan kekeluargaan warga Nagekeo di Surabaya.

Meski beriman Katolik, yakin Tuhan sendiri yang memiliki rencana dan kehendak pada kehidupan setiap umatnya di bumi, kita mesti tetap merefleksi bahwa kematian bisa saja terjadi karena keteledoran manusia sendiri.

Menurut informasi dari Kasianus Lagho, salah satu tokoh Nagekeo di Surabaya, sang ketua Kletus Lena mengalami kecelakaan di kamar toilet (jatuh) di sebuah ruko. Bisa jadi, kamar toilet itu licin, potret kemalasan manusia memperhatikan kebersihan dan kenyamanan di toilet. Kletus terjatuh dan kepalanya pasti terbentur, akibatkan pendarahan di kepala. Banyak sekali kejadian serupa ini memakan korban secara sia-sia.

Kletus adalah sosok pekerja yang setia, loyal pada perusahaan, terbukti bekerja di perusahaan sepanjang hidup dan tinggal di Surabaya (hampir 30 tahun). Dia meninggal di usia 57, berarti merantau ke Surabaya saat usia 20-an. Kletus juga setia memelihara keluarganya, menyekolahkan dua putranya hingga sarjana dan bekerja.

Anak pertama adalah mantan frater Karmel sementara anak kedua adalah motivator ulung Melia Propolis, sebuah bisnis jejaring populer. Kletus juga sosok aktivis gereja dan bersama umat setempat sukses mendirikan gereja di Kota Baru, Driyorejo, Gresik, Surabaya.

Saat peti jenasah Kletus akan diangkat dari rumah menuju tempat penguburan siang tadi, istri almarhum (Ibu Sri) asal Surabaya, dan dua putra mereka (Willy dan Gunther) tak henti-henti memeluk dan mencium almarhum Kletus. Willy bahkan berbicara keras meminta ayah mereka tidak melupakan dan tetap hadir dan menguatkan mereka, karena harus berjuang hidup tanpa ayah lagi, sosok yang memberi cinta tak terbatas itu. “Ma’e ghewo kami bapa..(jangan melupakan kami bapak),” pinta Willy dalam bahasa Nagekeo, seruan yang memicu banyak keluarga yang hadir ikut menangis.

Kasianus Lagho mengatakan sekitar 200 KK yang terdaftar dalam IKBANAS hadir di rumah duka, termasuk sebagian dari 300 KK tidak terdaftar. Kolonel AL Kanis Lobo, tokoh Nagekeo di Jakarta, mengaku sangat kehilangan sosok Kletus yang ringan tangan dan cepat membantu banyak orang ini. Almarhum Kletus juga sosok sangat aktif berinteraksi dengan keluarga Mauponggo di WA Group KITAmauponggo.

SELAMAT JALAN SOSOK KEBANGGAAN KAMI..RIP !!

Comment

News Feed