by

Fakta-fakta Kades Korupsi Bansos Terancam Hukuman Mati

JAKARTA (eNBe Indonesia) – Seorang oknum Kepala Desa (Kades) asal Musi Rawas, Sumatera Selatan (Sumsel) berinisial A (43), terancam hukuman mati setelah diduga melakukan korupsi dana bantuan sosial (bansos) Covid-19. Sidang dakwaan kasus tersebut, dilakukan pada Senin (1/3).

“Sidang dakwaan sudah digelar agenda pembacaan dakwaan oleh JPU terhadap terdakwa seorang oknum kades di Musi Rawas, atas nama A,” kata Pejabat Humas PN Palembang Abu Hanifah kepada detikcom, Rabu (3/2).

Dakwaan hukuman mati kepada A, karena diduga pelaku menggunakan dana bansos warga desa untuk berjudi.

Berikut fakta-fakat terkait Kades terancam hukuman mati akibat korupsi dana bansos Covid-19:

1. Korupsi Gunakan Bansos Covid-19 Untuk Warga Desa

Kasi Kejari Lubuklinggau, Yuriza Antoni menerangkan, dalam dakwaan JPU, terdakwa selaku kepala desa, pada Mei 2020 telah menggunakan dana desa tahap II dan III senilai Rp 187.2 juta, salah satunya digunakan untuk Pencegahan dan Penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) warga Desa Sukowarno.

Namun, dana Covid-19 tersebut tidak dibagikan oleh terdakwa ke warganya.

“Dalam dakwaan JPU, dana tahap II dan III yang sejatinya diberikan Rp 600 ribu per Kartu Keluarga (KK) oleh terdakwa digunakan untuk keperluan pribadi terdakwa seperti judi togel dan lainnya,” katanya.

“Rp 187.2 juta itu digunakan terdakwa salah satunya untuk judi togel, bayar hutang, kepentingan pribadi (foya-foya) dan lainnya,” sebutnya.

2. Korupsi Dana Bansos Untuk Berjudi dan Bayar Hutang

Dalam dakwaan persidangan pada Senin (1/3) lalu, jaksa penuntut umum (JPU) dari Kejaksaan Negeri Lubuklinggau menilai terdakwa melakukan korupsi bantuan Covid-19 yang digunakan untuk membayar utang pribadi, bermain judi toto gelap (togel), dan judi remi.

“Dana itu digunakan untuk keperluan pribadi, untuk judi juga,” ungkap JPU Sumar Heti saat dihubungi, Selasa (2/3).

3. Terancam 20 Tahun Penjara atau Hukuman Mati

Akibat perbuatannya, A didakwa dengan Pasal 2 Ayat (1) atau Pasal 3 Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001 Tentang Perubahan UU Nomor 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 18 UU Nomor 20 Tahun 2001 Tentang Perubahan UU Nomor 31 Tahun 1999 Tentang Tipikor. Dalam pasal itu diancam hukuman 20 tahun penjara dan bisa juga terancam hukuman mati.

“Ancamannya sampai 20 tahun penjara atau hukuman mati. Tergantung dari persidangan, mana yang memberatkan,” kata Sumar Heti. (rri.co.id)

Comment

News Feed