by

Menko Perekonomian: Penanganan Covid-19 Mulai Terasa Hasilnya

foto Airlangga Hartarto

JAKARTA (eNBe Indonesia) – Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto mengklaim, penanganan Covid-19 yang dilakukan pemerintah melalui program 3M, 3T, dan vaksinasi mulai membuahkan hasil.

Ia memaparkan, data per 1 Maret 2021 yang menunjukkan persentase kasus aktif turun ke level 11.41%, lebih rendah dari rata-rata global 19.09%. Persentase kesembuhan juga meningkat ke level 85,88%, lebih baik daripada rata-rata global 78,69%.

“Dari sisi ekonomi, upaya pemulihan ekonomi nasional juga menumbuhkan optimisme. Sehingga kita bisa menahan kontraksi ekonomi lebih dalam dengan mendorong konsumsi domestik dan mendorong produsen untuk berproduksi. Ekspor juga mulai meningkat terdorong oleh kenaikan harga komoditas utama seperti batu bara dan sawit,” ujar Airlangga, Kamis ( 4/3).

Kepercayaan investor asing pada perekonomian Indonesia juga masih kuat, ditandai dengan aliran modal asing yang masuk kembali ke Indonesia melalui pasar modal, sehingga IHSG dan nilai tukar rupiah perlahan menguat dan kembali ke level pra-covid.

“Pandemi COVID-19 juga menjadi momentum untuk mengakselerasi ekonomi melalui transformasi digital. Pemerintah akan terus mendukung ekosistem ekonomi digital melalui penyiapan infrastruktur, regulasi, SDM, dan penguatan UMKM,” sambung Menko Perekonomian.

Tahun 2021, pemerintah meyakini perekonomian Indonesia akan rebound, dan perekonomian ditargetkan tumbuh du kisaran 4.5- 5.3 persen. Untuk itu, lanjut Airlangga, Pemerintah telah menyiapkan beberapa “game changer”.

“Pertama, fokus terhadap program vaksinasi untuk mempercepat pemulihan kesehatan dan menciptakan herd imunity. Kedua, melanjutkan program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) tahun 2021 dengan anggaran mencapai 699,4 triliun atau naik 21 persen dari realisasi PEN 2020. Ketiga, reformasi struktural melalui Undang-Undang Cipta Kerja yang diharapkan menjadi terobosan reformasi di bidang investasi dan perdagangan untuk mendorong penciptaan lapangan kerja,” papar Airlangga.

Selain itu, pembentukan Indonesia Investment Authority (INA) diharapkan dapat mendorong pembangunan infrastruktur di Indonesia. Menurut Airlangga, Pemerintah Indonesia sudah berkonsultasi dengan lebih dari 50 perusahaan dan calon mitra strategis yang akan bermitra dengan Indonesia melalui INA, yang akan mulai beroperasi pada kuartal pertama tahun ini.

“Berbagai upaya dan strategi yang telah dilakukan pemerintah tentunya akan berhasil jika mendapat dukungan dan sinergi dari berbagai pihak. Saya yakin kita dapat melalui tahun 2021 ini dengan optimisme yang kuat bahwa perekonomian akan segera pulih,” pungkas Menko Perekonomian Airlangga Hartarto. (rri.co.id)

Comment

News Feed