by

Tahun ini, Pemerintah Rekrut 1 Juta Guru

foto Wakit Presiden

JAKARTA (eNBe Indonesia) – Pemerintah akan merekrut satu juta guru untuk tahun 2021, melalui kebijakan akuisisi Aparatur Sipil Negara (ASN). Alokasi rekrutmen satu juta guru tersebut, merupakan bagian perekrutan oleh pemerintah melalui skema Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

“Kita akan merekrut satu juta guru melalui skema Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) yang menjadi jalan bagi penyelesaian kekurangan guru di seluruh daerah di Indonesia,” ujar Wakil Presiden Ma’ruf Amin ketika ketika dikonfirmasi Kamis (4/3).

Wapres menambahkan, pada tahun yang sama pemerintah juga akan melakukan perekrutan terhadap 300.000 ASN melalui jalur reguler yang setiap tahun dibuka.

“Kita juga akan merekrut 300.000 ASN lainnya, baik melalui skema ASN maupun PPPK, melalui jalur reguler yang setiap tahun dibuka,” imbuhnya.

Wapres mendorong agar Kementerian PAN dan RB mengkoordinasikan pelaksanaan rekrutmen pada tahun ini sebaik mungkin, agar diperoleh ASN dengan berbagai talenta terbaik.

“Saya mengharapkan Kementerian PAN dan RB, dapat mengkoordinasikan pelaksanaan rekrutmen pada tahun ini dengan sebaik mungkin, agar pemerintah benar-benar memperoleh talenta-talenta terbaik bangsa, bibit-bibit SDM ASN unggul yang mampu mewujudkan birokrasi kelas dunia,” ucap Wapres.

Di sisi lain Wapres menegaskan, perekrutan ASN dilakukan melalui pendekatan kebutuhan instansi, dengan mempertimbangkan alokasi SDM sesuai dengan keahlian yang diperlukan.

“Pembukaan formasi ini dilakukan melalui pendekatan kebutuhan instansi, dengan mempertimbangkan alokasi SDM sesuai dengan keahlian yang diperlukan dalam rangka mewujudkan target pembangunan nasional maupun daerah. Disamping itu juga untuk memenuhi kebutuhan menggantikan ASN yang sudah pensiun,” pungkasnya.

Sekretaris Kementerian PANRB Dwi Wahyu Atmaji mengatakan, sistem pengadaan CASN yang kini telah menggunakan sistem Computer Assisted Test (CAT) sejak 2013, menjadikan proses rekrutmen menjadi lebih adil, transparan, dan mampu menjaring CPNS dengan kualitas dasar yang baik serta berhasil menekan kemungkinan terjadinya kecurangan dan praktik KKN dalam rekrutmen CPNS.

“Namun demikian, keberhasilan dan kemajuan dalam penerimaan CASN ini tidak menghentikan proses continuous improvement dalam proses rekrutmen CASN, misalnya dengan memulai proses talent scouting atau pengembangan proses penerimaan berbasis kebutuhan yang bukan dilakukan setahun sekali pada waktu tertentu,” tutur Atmaji.

Kementerian PANRB mencatat, terdapat beberapa permasalahan dalam proses rekrutmen CASN yang masih perlu disempurnakan, antara lain perluasan cakupan pengadaan ASN dari kelompok Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

Disamping itu, perlu penyempurnaan muatan subtansi dalam Tes Kompetensi Dasar (TKD) dan Tes Kompetensi Bidang (TKB) yang harus memuat soal terkait teknologi informasi. (rri.co.id)

Comment

News Feed