by

Bahasa daerah NTT terancam punah

KUPANG (eNBe Indonesia) – Dari 72 bahasa daerah yang ada di NTT, 14 diantaranya terancam punah, sementara sejauh ini pemerintah daerah (pemda) belum melakukan apapun untuk mencegah punahnya bahasa daerah tersebut. Kepala Kantor Bahasa NTT Syaiful Bahri Lubis mengatakan Bappeda kabupaten/kota dan propinsi tidak menganggarkan terkait pelestarian bahasa daerah. Malah UPTD Bahasa yang dahulu ada di propinsi dihapuskan. Perda tentang pelestarian Bahasa juga belum ada di NTT.

Lubis menjelaskan, pemerintah pusat, melalui Kemendikbud, Badan Bahasa, dan Kantor Bahasa sangat peduli dan sangat intens melakukan pencegahan agar jangan sampai punah. Justru LSM nasional dan internasional yang fokus pada perlindungan bahasa di NTT. Pemda di NTT bahkan cenderung pentingkan bahasa asing, dibandingkan pelestarian bahasa daerah.

Menurut Lubis, penerapan bahasa daerah menjadi muatan lokal (mulok) sekolah sangat penting untuk didorong. Apalagi untuk bahasa yang jumlah penuturnya banyak hal tersebut tentunya sangat perlu. Remaja milenial jangan malu berbahasa daerah. Orangtua juga harus memaksakan diri menggunakan bahasa daerah di rumah.

Tiga bahasa daerah di NTT yang sudah masuk fase kritis, menurut Lubis, adalah bahasa Beilel, bahasa Kafoa, dan bahasa Sar. Bahasa Beilel terdapat di dusun Habolat, Desa Probur Utara, kecamatan Alor Barat Daya, kabupaten Alor. Bahasa Beilel tinggal menyisahkan 3 penutur (Usman, Karim, Bernardus).

Daftar 72 bahasa daerah di NTT;

Abui, Adang, Alor, Anakalang (4)
Bajo, Bajo Delang, Batu, Blagar, Buna (5)
Dawan, Deing, Dulolong (3)
Gaura (1)
Hamap, Helong, Hewe (3)
Kabola, Kaera, Kafoa, Kalela, Kamang, Kambera, Kambera Pandawai, Kedang, Kemak, Kiraman, Klamu, Klon, Kodi, Kolana, Komodo, Kui, Kulatera (17)
Labala, Lamaholot, Lamatuka, Lamboya, Lewuka, Lio, Lona, Lura (8)
Mambora, Manggarai, Manulea, Melayu (4)
Nage, Namut, Ndao, Ndora, Nedebang, Ngada (6)
Omesuri (1)
Palu e, Pura (2)
Raijua, Retta, Riung, Rongga, Rote (5)
Sabu, Sar, Sawila, Sikka, So’a, Sumba Barat (6)
Tabundung, Teiwa, Tetun, Tewa (4)
Wanukaka, Wersing, Wewewa (3)

sumber : pos kupang & petabahasa.kemdikbud.go.id

Comment

News Feed