by

Refocusing anggaran di Ngada capai Rp50 miliar

foto Bupati Ngada (Andreas Paru) dan Wakil Bupati (Raymundus Bena)

BAJAWA (eNBe Indonesia) – Bupati Ngada Andreas Paru menyampaikan pidato perdananya dalam forum rapat paripurna DPRD Ngada di ruang sidang paripurna pada Rabu (3/3) lalu. Dalam pidatonya, Andreas menyampaikan sejumlah hal yang berkaitan dengan program Tante Nela Paris yang menjadi program unggulannya, kemudian rencana penyusunan RPJMD, dan penanganan virus corona di kabupaten Ngada.

Andreas juga menyampaikan kondisi anggaran pembangunan dan belanja daerah (APBD) kabupaten Ngada tahun 2021 yang dikenakan refocusing senilai Rp858,53 miliar lebih. Namun berdasarkan peraturan menteri keuangan (PMK) RI nomor 17/PMK.07/2021 tentang penyesuaian penggunaan anggaran transfer ke daerah dan dana desa tahun anggaran 2021, maka dana alokasi umum (DAU) kabupaten Ngada berkurang 3,2% atau Rp14,54 miliar dari alokasi awal sebesar Rp453,96 miliar. Sehingga total APBD kabupaten Ngada tahun 2021 sebesar Rp843,56 miliar.

Berdasarkan PMK tersebut di atas, pemerintah Ngada juga harus melakukan refocusing dan realokasi terhadap dana transfer umum (DTU) yang terdiri dari DAU sebesar 8%, dana insentif daerah (DID) sebesar 30% dan dana desa sebesar 8%, sehingga total refocusing sebesar Rp50,03 miliar.

Refocusing dana desa dipergunakan untuk mendukung pemulihan perekonomian desa melalui pelaksanaan BLT desa sebesar Rp300 ribu per keluarga dan pengalokasian dana 8% untuk kegiatan penanganan pandemi covid-19 antara lain aksi desa aman covid-19.

Akibat dari kebijakan refocusing dan realokasi serta pengurangan DAU, maka pemerintah segera melakukan rasionalisasi belanja daerah yang bersumber dari DAU sebesar Rp14,54 miliar. (pos kupang)

Comment

News Feed