by

Restorative Justice, Padma Indonesia Apresiasi Polres Ngada

Foto Gabriel Goa

DEPOK (eNBe Indonesia) – Lembaga Hukum dan Ham PADMA INDONESIA (Pelayanan Advokasi untuk Keadilan dan Perdamaian Indonesia) mendukung Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan Kabareskrim Komjen Pol Agus Andrianto terkait kebijakan menerapkan Restorative Justice dalam penanganan perkara.

Restorative justice, atau keadilan restoratif, merupakan penyelesaian perkara tindak pidana dengan melibatkan pelaku, korban, keluarga pelaku atau korban, dan pihak lain yang terkait untuk bersama-sama mencari penyelesaian yang adil dengan menekankan pemulihan kembali pada keadaan semula, bukan pembalasan.

“Permintaan Kapolri Jenderal Pol Lystio Sigit Prabowo kepada Kabareskrim Komjen Pol Agus Andrianto patut kita apresiasi dan dukung total,” ujar Gabriel Goa, Dewan Pembina PADMA INDONESIA dalam siaran pers Sabtu (13/3).

Fakta membuktikan, Polres Ngada (Flores) sudah melakukan Restorative Justice sesuai keinginan dan komitmen Kapolri. “Kami menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang tinggi kepada Kapolres, Kasat Reskrim dan Kanit Tipiter Polres Ngada dalam penanganan perkara mengedepankan pendekatan Restorative Justice.

“Kami berani menyatakan fakta ini karena kami mengalami langsung dalam pendampingan perkara ITE di wilayah hukum Polres Ngada. Ada 3 (tiga) perkara ITE yang kami dampingi diselesaikan melalui pendekatan Restorative Justice. Selama ini publik selalu melakukan kritik keras bahkan mencaci maki Polri. Bagi Lembaga Hukum dan Ham PADMA INDONESIA POLRI adalah mitra strategis dalam penegakan hukum dan Ham.”

Gabriel menandaskan, atas kinerja Polres Ngada, maka Padma Indonesia meminta Kapolda NTT dan Kapolri memberikan penghargaan kepada Polres Ngada yang telah merealisasikan penyelesaian perkara ITE melalui pendekatan Restorative Justice.

Padma Indonesia juga meminta Bupati dan Ketua DPRD Ngada memberikan Apresiasi dan Penghargaan kepada Polres Ngada yang telah menyelesaikan perkara melalui pendekatan Restorative Justice dengan mempertimbangkan Kearifan Lokal Hukum Adat Bhajawa.

Padma juga meminta Polres Ngada untuk melakukan pendekatan Polmas (Polisi Masyarakat) seperti yang sudah dilakukan Danres (kini disebut Kapolres) Ngada Brigjen Pol (Pur) Drs Anton Enga Tifaona dalam penyelesaian perkara melalui pendekatan Restorative Justice dengan kearifan lokal hukum adat Bajawa dan pendekatan dengan masyarakat lewat olahraga bola kaki hingga kini dikenal PSN (Persatuan Sepakbola Ngada).

Comment

News Feed