by

Corona basmi kriminalitas di NTT

Foto Perwira Polisi Sirilus Sadhu

DEPOK (eNBe Indonesia) – Virus corona (covid-19) telah merenggut banyak nyawa di wilayah provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), tapi apakah kematian itu sepenuhnya akibat virus, ini masih jadi perdebatan.

Sebuah sumber dari Kupang mengatakan jumlah kematian akibat covid di Kota Kupang misalnya terus meningkat setiap hari, dan ini nyata menciptakan ketakutan luar biasa bagi warga Kota Kupang.

“Persoalannya adalah pasien meninggal akibat covid dikebumikan di satu area khusus, maka sangat mencolok peningkatan jumlah liang lahat di sana,” ujar sumber itu. “Saya pribadi sebenarnya meragukan, karena sesungguhnya jumlah pasien meninggal atau orang meninggal di Kota Kupang saat ini tak bedanya dengan masa sebelum covid. Toh kematian sebelum covid tak pernah didata.”

Sementara itu, Perwira Polisi IPTU Sirilus Sadhu S.Sos M.Th, Ketua Siaga (Kasi) Polda NTT, mengatakan warga NTT umumnya sungguh disiplin menghadapi ancaman penyebaran virus corona, karena kematian pasien covid sangat mengganggu psikologis masyarakat.

Dari sisi keamanan situasi warga di seluruh NTT, Sirilus menandaskan, covid ternyata memberi hikmah positif juga karena warga NTT beradaptasi dan mengurangi aktivitas di malam hari. “Terus terang selama covid, kriminalitas di NTT jarang ada lagi. Aktivitas tempat hiburan malam pun berkurang 90%. Tradisi-tradisi pesta dibatasi, termasuk tak ada lagi berdansa,” ujarnya kepada Redaksi eNBe Indonesia malam ini.

Sirilus mengakui bahwa publik NTT memang kesulitan secara ekonomi, tetapi kebiasaan-kebiasaan baru selama masa covid memperbaharui moralitas masyarakat. “Menurut saya, covid ini adalah bagian dari rencana Tuhan sendiri, maka kita harus menghadapinya dan semakin beriman padaNya,” pungkas Sirilus yang juga sarjana teologi ini.

Comment

News Feed