by

Penganiayaan Mario: PADMA Desak Kapolres SBD, Bareskrim Akan Turun Tangan

Foto : Pengurus Lembaga Hukum dan Ham PADMA INDONESIA bersama KaroBinsops Bareskrim Mabes Polri Brigjen Pol Daniel Bolly Tifaona, SiK, Msi

DEPOK (eNBe Indonesia) – Penanganan perkara penganiayaan yang dialami Mario Mardinat Riti (21) warga Desa Lete Konda Selatan, Kecamatan Loura, Sumba Barat Daya (SBD) pada 20 Oktober 2020 mendapat perhatian serius dari Lembaga Hukum dan Ham PADMA INDONESIA (Pelayanan Advokasi untuk Keadilan dan Perdamaian Indonesia).

Perjuangan Korban Mario mengais Keadilan yang didampingi oleh LBH Sarneli patut didukung semua pihak. Fakta di NTT penegakan hukum menajam ke bawah dan menumpul ke atas terhadap Kaum Kuat Kuasa dan Kuat Modal.

Terpanggil untuk mendukung Korban Mario yang didampingi LBH Sarneli, Padma Indonesia mendesak Kapolres SBD untuk segera memproses hukum para pelaku yang diduga kuat anggota dewan terhormat di SBD. “Apabila Polres SBD kesulitan memproses hukum karena ada tekanan maka kami siap berkoordinasi dengan Bareskrim Mabes Polri dan Komisi III DPRRI,” ujar Gabriel Goa, Dewan Pembina Lembaga Hukum dan Ham PADMA INDONESIA dan Ketua KOMPAK INDONESIA (Koalisi Masyarakat Pemberantasan Korupsi Indonesia).

Padma juga mendukung Korban Mario dan LBH Sarneli untuk meminta perlindungan ke Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK), Komnas Ham, Ombudsman dan Kompolnas.

Gabriel menambahkan, Padma akan bekerjasama dengan KPK RI untuk melakukan pengawasan sekaligus Operasi Tangkap Tangan jika ada upaya gratifikasi untuk mengendapkan kasus. “Kami juga mengajak Solidaritas Masyarakat Sumba Barat Daya untuk mengawal ketat proses penegakan hukum yang sedang ditangani Polres Sumba Barat Daya,” pungkasnya.

Comment

News Feed