by

Situasi Mabes Polri Pasca Teror, Waspadai Perayaan Paskah

Foto/biodata teroris wanita

DEOK (eNBe Indonesia) – Situasi di Mabes Polri kembali normal kemarin (1 April) usai aksi teror pada hari sebelumnya. POLRI telah memperketat keamanan di sekitar markasnya dan semua pos polisi di seluruh negeri. Polisi juga memperketat pengamanan di objek-objek vital nasional, termasuk Istana Kepresidenan.

Berbicara dalam jumpa pers, Rabu (31/3) malam, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengatakan, tersangka teror tewas usai menyerang Mabes POLRI. Dia adalah serigala tunggal, yang dicurigai mengikuti ideologi Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS).

Jenderal Sigit meminta jajarannya tetap memberikan pelayanan penuh kepada masyarakat, meski dengan kewaspadaan. Serangan teror ini merupakan ujian besar pertama bagi Jenderal Sigit yang baru dua bulan menjabat Kapolri. Dia dilantik pada 27 Januari 2021. Perlu juga dicatat bahwa sang Jenderal adalah seorang Katolik.

Terkait perkembangannya, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto menyatakan bahwa TNI akan terus mendukung penuh Polri dalam memperketat pengamanan di seluruh negeri, terutama di obyek vital nasional, instalasi militer, dan gereja-gereja menjelang Hari Paskah.

Ketua Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Herman Herry juga meminta polisi memperketat pengamanan menjelang Paskah dan Bulan Ramadhan. Herman, yang merupakan politikus PDIP, mengingatkan, dua serangan teror dalam lima hari terakhir ini harus meningkatkan kewaspadaan Polri, Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), dan Badan Intelijen Negara (BIN). Pada tanggal 28 Maret 2021, sebuah bom bunuh diri meledak di gerbang gereja Katedral Makassar, Sulawesi Selatan.

Herman meminta Kepolisian, BNPT, dan BIN meningkatkan kegiatan intelijennya untuk kepentingan deteksi dini. Serangan teror yang sama seharusnya tidak pernah terjadi lagi. Dia juga meminta mereka untuk mengambil tindakan yang diperlukan untuk mencegah eskalasi serangan.

Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Bambang Soesatyo a.k.a Bamsoet juga meminta Kepolisian, BIN, dan Badan Intelijen Militer (BAIS TNI) meningkatkan deteksi dini. Bamsoet yang juga Wakil Ketua Umum Partai Golkar mengingatkan bahwa Undang-Undang Penanggulangan Terorisme Nomor 5 Tahun 2018 telah memberikan kewenangan yang luas kepada otoritas terkait untuk mengambil tindakan tegas dalam pemberantasan terorisme.

Perang melawan terorisme adalah salah satu fokus Jokowi, dan dia sangat peduli dengan menjaga stabilitas, karena itu oorang dapat mengharapkan tindakan tegas dari Presiden. (yosefardi.com)

Comment

News Feed