by

Kunjungan Wisatawan Mancanegara Belum Signifikan

DEPOK (eNBe Indonesia) – Kondisi pariwisata Indonesia masih belum menunjukkan perkembangan yang berarti, karena masih adanya pembatasan di masa pandemi Covid-19.

Dari laporan Badan Pusat Statistik (BPS) kunjungan wisatawan mancanegara atau wisman pada Februari 2021 malah mengalami penurunan dibandingkan kunjungan wisman pada Januari 2021. Kunjungan wisman pun masih didominasi karena keperluan bisnis, pekerjaan, dan pelintas batas.

“Mengacu definisi dari PBB, yang dimaksud wisman adalah warga negara asing yang masuk ke sebuah negara karena keperluan bisnis, pekerjaan, wisata dan keperluan pribadi lainnya. Saat ini, wisman yang berkunjung ke Indonesia, lebih karena keperluan bisnis, bukan untuk leisure,” kata Deputi Bidang Statistik, Distribusi dan Jasa BPS, Setianto, Jumat (2/4).

Berdasarkan laporan BPS, kunjungan wisman pada bulan Februari kemarin sebanyak 117.000 orang. Jumlah itu lebih sedikit dibandingkan kunjungan wisman di bulan Januari 2021, sebanyak 137.000 orang atau menurun sebesar 14,74 persen.

“Jika diakumulasikan, kunjungan wisman sejak Januari hingga Februari 2021 sebanyak 254.230 orang. Jumlahnya menurun sebesar 88,25 persen jika dibandingkan kunjungan wisman pada periode yang sama tahun 2020,” jelasnya.

Kebanyakan wisman, sebesar 64 persen dari 117.000 wisman masuk melalui darat berupa pintu-pintu perbatasan seperti Atambua dan Entikong. Sebanyak 30 persen masuk melalui laut, dan hanya 6 persen yang masuk melalui jalur udara atau bandara.

Sementara berdasarkan asal negara, wisman yang paling banyak berkunjung ke Indonesia di bulan Februari 2021 berasal dari Timor Leste sebagai pelintas batas, sebesar 51,1 persen dari 117.000 wisaman.

“Diikuti oleh wisman asal Malaysia sebesar 32 persen, wisman Tiongkok sebesar 2,5 persen, dan selebihnya dari beberapa negara lain,” tukasnya. (rri.co.id)

Comment

News Feed