by

Daniel Daki Dae, tokoh intelektual nasional, berpulang

-Profil-602 views

DEPOK (eNBe Indonesia) – Tokoh intelektual nasional Daniel Daki Dae meninggal dunia pagi ini (6/4) akibat serangan jantung. Tokoh nasional asal NTT ini dilarikan ke RS MMC Kuningan Jakarta pada pukul 3.00 WIB untuk dirawat, namun Tuhan berkehendak lain. Almarhum menghembuskan napas tepat pukul 7.24 WIB. Jenasah almarhum disemayamkan di rumah duka RS. Gatot Subroto Jakarta.

Daniel Daki Dae adalah pria kelahiran Toto-Wolowae, Nagekeo, Flores, 22 Agustus 1945. Beliau meraih gelar PhD (1991) di bidang pemerintahan dari Department of Government, Cornell University, Ithaca, New York, Amerika Serikat, dengan disertasi bertajuk “The State, the Rise of Capital, and the Fall of Political Journalism, Political Economy of Indonesian News Industry.”

Disertasi tersebut mendapat penghargaan the Lauriston Sharp Prize dari Southeast Asian Program Cornell University, karena telah “memberikan sumbangan luar biasa bagi perkembangan ilmu.” Meraih gelar Sarjana Ilmu Administrasi Negara dari Fakultas Sosial dan Politik Universitas Gadjah Mada (1975) dan Master of Arts bidang Ilmu Politik dari Cornell University (1987).

Selain menjadi Kepala Penelitian Pengembangan (Litbang) Kompas sejak 1994 sampai 2006, juga berkiprah sebagai redaktur majalah Prisma (1976); Ketua Dewan Redaksi Prisma (1979-1984); dan Wakil Direktur Lembaga Penelitian, Pendidikan dan Penerangan, Ekonomi dan Sosial (LP3ES, 1982-1984).

Daniel Daki Dae, yang tercatat sebagai salah seorang pendiri Yayasan Tifa dan pernah duduk di Dewan Pengarah yayasan ini kemudian “menghidupkan” kembali jurnal pemikiran sosial ekonomi Prisma dan duduk sebagai Pemimpin Redaksi (sejak 2009) merangkap Pemimpin Umum (sejak 2011). Banyak buku pernah ditulisnya antara lain Cendekiawan dan Kekuasaan dalam Negara Orde Baru (2003) dan bersama Vedi Renandi Hadiz menyunting buku bertajuk Social Science and Power in Indonesia (2005).

Comment

News Feed