by

Menteri Pendidikan: Paling lambat Juli mulai sekolah

DEPOK (eNBe Indonesia) – Menteri Pendidikan Nadiem Makarim mengatakan kepada pada 30 Maret 2021, bahwa semua sekolah dan lembaga pembelajaran harus memberikan opsi kehadiran di sekolah paling lambat Juli 2021. Sekolah dan lembaga pembelajaran hanya dapat menampung 50 persen siswa. Jakarta mulai masa percobaan implementasi kebijakan ini hari ini.

Dinas Pendidikan Jakarta menilai 85 sekolah negeri mampu melakukan pembelajaran di sekolah. Sekolah tersebut akan membuka fasilitas hingga maksimal setengah dari siswanya. Pembelajaran di sekolah diadakan seminggu sekali, maksimal tiga sampai empat jam per hari. Orang tua memiliki hak prerogatif untuk memilih pembelajaran di tempat atau di rumah. Sekolah wajib menyediakan pendekatan pembelajaran campuran.

Mengingat Indonesia hanya berhasil memvaksinasi kurang dari sepuluh juta penduduk, orang bertanya-tanya apakah Pemerintah bergerak terlalu cepat (memulai pembelajaran di sekolah). Meski begitu, seperti yang dicatat Organisasi Kesehatan Dunia (UNICEF), ada “beberapa wabah yang melibatkan anak-anak atau sekolah … Sejumlah kecil wabah yang dilaporkan di antara staf pengajar atau staf terkait hingga saat ini menunjukkan bahwa penyebaran COVID-19 di kalangan pendidikan mungkin terbatas.”

Direktur Eksekutif UNICEF Henrietta Fore mencatat bahwa siswa di wilayah pinggiran paling menderita akibat penutupan sekolah. Kebijakan memulai tatap muka di sekolah memperoleh tanggapan beragam, karena masih ada ketakutan pada risiko penyebaran virus corona. Meski para guru sudah divaksin, itu tidak menjamin mereka akan kebal dari virus. Jadi risiko transmisi atau penyebaran virus mesti tetap diwaspadai.

Ada beberapa pendapat yang berbeda tentang apakah membuka sekolah sepadan dengan risikonya. Meski guru sudah divaksinasi, bukan berarti tidak akan tertular virus SARS-CoV-2. Mereka yang telah divaksinasi mungkin masih jatuh sakit dengan COVID-19, meskipun kasus mereka akan jauh lebih ringan mengingat kekebalan yang meningkat. Tetap saja, itu berarti risiko penularan belum dihilangkan. Apalagi saat ini telah muncul jenis virus baru yang lebih mematikan.

Comment

News Feed